SUKABUMIUPDATE.com - Tragedi memilukan terjadi di daerah Nyalindung, Sukabumi, dimana tiga orang anak menjadi korban kebakaran yang menghanguskan rumah tempat mereka tinggal pada Rabu, 22 Juli 2026.
Kebakaran diduga bermula dari lilin yang digunakan sebagai penerangan saat terjadi pemadaman listrik.
Berkaca dari kejadian tersebut, penting untuk memperhatikan faktor keamanan saat menyalakan lilin di rumah.
Baca Juga: 3 Bocah MD Akibat Kebakaran di Nyalindung Sukabumi, Polisi Ungkap Kronologi
Baca Juga: Lahan Alang-alang di Warungkiara Sukabumi Kebakaran, Api Diduga dari Bakar Sampah
Pasalnya penggunaan lilin juga memiliki risiko kebakaran jika tidak dilakukan dengan benar.
Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari saat menyalakan lilin ketika listrik padam yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Jangan meletakkan lilin di dekat benda yang mudah terbakar
Hindari menaruh lilin di dekat tirai, gorden, tumpukan kertas, buku, sofa, kasur, pakaian, atau perabot berbahan kain dan kayu. Panas dari api lilin dapat memicu kebakaran jika mengenai benda-benda tersebut.
2. Jangan meninggalkan lilin tanpa pengawasan
Matikan lilin jika Anda hendak tidur, keluar rumah, atau meninggalkan ruangan dalam waktu lama. Lilin yang menyala tanpa pengawasan menjadi salah satu penyebab umum kebakaran rumah saat pemadaman listrik.
3. Jangan meletakkan lilin di tempat yang mudah tersenggol
Hindari menaruh lilin di tepi meja, lantai yang sering dilalui orang, tangga, atau area sempit. Lilin dapat terjatuh jika tersenggol, sehingga api berpotensi menyambar benda di sekitarnya.
4. Jangan menggunakan alas yang mudah terbakar
Gunakan tatakan dari kaca, logam, atau keramik yang kuat dan tahan panas. Jangan meletakkan lilin langsung di atas kardus, plastik, kain, atau kayu tanpa pelindung.
5. Jangan menyalakan lilin di dekat tabung gas atau bahan bakar
Jauhkan lilin dari kompor, tabung LPG, bensin, minyak tanah, alkohol, maupun cairan mudah terbakar lainnya untuk mengurangi risiko ledakan atau kebakaran.
6. Jangan membiarkan anak-anak bermain dengan lilin
Pastikan lilin berada di luar jangkauan anak-anak. Mereka bisa saja menyentuh api, menjatuhkan lilin, atau bermain-main dengan benda yang menyala.
7. Jangan membiarkan hewan peliharaan mendekati lilin
Kucing atau anjing dapat tanpa sengaja menjatuhkan lilin saat bermain atau melintas di dekatnya.
8. Jangan menyalakan terlalu banyak lilin dalam satu ruangan
Menggunakan banyak lilin sekaligus meningkatkan risiko kebakaran dan membuat suhu di sekitar api menjadi lebih panas. Gunakan secukupnya sesuai kebutuhan penerangan.
9. Jangan menaruh lilin di tempat yang berangin
Angin dari jendela, pintu, atau kipas angin dapat membuat api bergoyang dan menyambar benda di sekitarnya. Letakkan lilin di tempat yang stabil dan terlindung dari hembusan angin.
10. Jangan menggunakan lilin yang sudah hampir habis tanpa pengaman
Lilin yang hampir habis dapat membuat wadah menjadi sangat panas atau api menyentuh permukaan di bawahnya. Sebaiknya padamkan lilin sebelum habis seluruhnya.
11. Jangan memindahkan lilin saat masih menyala
Memindahkan lilin yang menyala dapat menyebabkan lelehan lilin panas tumpah atau api mengenai tangan dan benda di sekitar. Padamkan terlebih dahulu jika ingin memindahkannya.
12. Jangan lupa menyiapkan alat pemadam sederhana
Sebaiknya sediakan ember berisi air, pasir, atau alat pemadam api ringan (APAR) di rumah sebagai langkah antisipasi jika terjadi keadaan darurat.
Itulah beberapa tips aman saat menyalakan lilin ketika terjadi pemadaman listrik di rumah agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Jika memiliki pilihan lain, gunakan lampu darurat LED atau senter sebagai sumber penerangan utama saat listrik padam. Selain lebih terang, alat tersebut juga jauh lebih aman dibandingkan lilin karena tidak menggunakan api terbuka.
Editor : Dede Imran