SUKABUMIUPDATE.com - Kasus kebakaran di Kabupaten Sukabumi mengalami peningkatan sejak memasuki musim kemarau pada pertengahan tahun ini.
Dalam seminggu terakhir kasus kebakaran melanda sejumlah lokasi di Sukabumi mulai dari kebakaran rumah di Nyalindung, kebakaran lahan di kawasan Loji, hingga terbaru melanda perkampungan adat Cipta Mulya.
Cuaca panas yang berkepanjangan memang menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran, ditambah juga dengan faktor lainnya.
Baca Juga: Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi Kebakaran, Api Berkobar Habiskan Sejumlah Rumah
Baca Juga: Kebakaran Bukit di Jalur Loji–Geopark Ciletuh Sukabumi, Pengendara Diminta Waspada
Baca Juga: Kebakaran di Nyalindung Sukabumi, Kades: Tiga Anak Tak Selamat Terjebak Api
Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami penyebab kebakaran sekaligus langkah mitigasi agar risiko kejadian serupa dapat ditekan.
Mengutip dari laman BPBD, ada beberapa faktor yang memicu meningkatnya resiko peristiwa kebakaran, seperti;
- Tanaman dan Lahan Kering: Daun, ranting, dan rumput kehilangan kandungan air sehingga sangat mudah tersulut percikan api.
- Aktivitas Manusia: Pembukaan lahan dengan cara membakar, puntung rokok sembarangan, atau membuang bara api sisa.
- Kondisi Cuaca Ekstrem: Suhu udara yang tinggi serta tiupan angin kencang mempercepat penyebaran api.
- Korsleting Listrik: Beban listrik meningkat akibat penggunaan alat pendingin, memicu arus pendek di lingkungan pemukiman.
Bagaimana Cara Menekan Resiko Kebakaran?
Masih mengutip laman BPBD, cara memitigasi kebakaran di musim kemarau meliputi tiga langkah utama yaitu mengawasi penggunaan api terbuka, merawat instalasi listrik, dan membersihkan lingkungan sekitar dari bahan kering.
Mitigasi di Lingkungan Rumah
- Periksa instalasi listrik secara berkala dan hindari menumpuk steker di satu stop kontak.
- Matikan atau cabut kabel peralatan elektronik dan kompor saat hendak tidur atau meninggalkan rumah.
- Jauhkan benda yang mudah terbakar, seperti kertas atau bahan kimia, dari dekat kompor dan sumber api.
- Sediakan alat pemadam api ringan (APAR) atau cadangan air di rumah sebagai langkah antisipasi dini
Mitigasi di Lahan dan Lingkungan Sekitar
- Bersihkan halaman dari daun kering, ranting, dan alang-alang yang mudah tersulut panas terik matahari.
- Dilarang keras membakar sampah sembarangan di dekat bangunan, lahan kering, atau kawasan hutan.
- Jangan membuang puntung rokok sembarangan di area rumput atau lahan yang kering.
- Tidak membuka atau membersihkan lahan pertanian dengan cara membakar.
Itulah beberapa hal yang perlu diketahui untuk menekan resiko terjadinya peristiwa kebakaran terutama saat kondisi kering di musim kemarau.
Editor : Dede Imran