SUKABUMIUPDATE.com - Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam penanggalan Hijriah, yang terletak setelah bulan Muharram dan sebelum Rabiul Awal.
Menurut penjelasan Majelis Ulama Indonesia, bulan ini tidak memiliki keistimewaan atau kesialan khusus.
Safar sendiri berasal dari kata shifr (kosong). Mengutip dari laman Baznas, dulu masyarakat Arab Jahiliyah meninggalkan rumah dalam keadaan kosong untuk berperang setelah bulan suci Muharram.
Baca Juga: Hari Tasyrik Idul Adha 2026: Jadwal, Larangan, dan Amalan yang Dianjurkan
Saat ini, sebagian masyarakat masih berkembang anggapan bahwa Safar adalah bulan yang membawa kesialan.
Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada dalil sahih yang menyatakan bahwa bulan Safar adalah bulan sial. Rasulullah SAW justru menolak keyakinan tersebut.
Mengutip dari laman NU Online, dalam sebuah hadis sahih, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Tidak ada penularan (yang terjadi dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada burung hantu (sebagai pertanda), dan tidak ada kesialan pada bulan Safar."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, amalan di bulan Safar pada dasarnya sama seperti amalan yang dianjurkan pada bulan-bulan lainnya.
Berikut beberapa amalan yang dapat dikerjakan oleh umat Muslim di bulan Safar dikutip dari berbagai sumber.
Baca Juga: Amalan yang Dianjurkan bagi Wanita Haid di Hari Arafah
1. Memperbanyak shalat sunnah
Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah shalat sunnah, seperti shalat Dhuha, Tahajud, Witir, dan shalat Rawatib. Tidak ada shalat khusus yang disyariatkan hanya untuk bulan Safar.
2. Membaca Al-Qur'an
Meluangkan waktu setiap hari untuk membaca, menghafal, dan mentadabburi Al-Qur'an merupakan amalan yang sangat dianjurkan kapan pun, termasuk selama bulan Safar.
3. Memperbanyak zikir dan istigfar
Mengingat Allah SWT melalui tasbih, tahmid, tahlil, takbir, serta memperbanyak istighfar menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada-Nya sekaligus memohon ampunan atas dosa-dosa.
4. Bersedekah
Sedekah menjadi amalan yang memiliki banyak keutamaan. Selain membantu sesama, sedekah juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
5. Berpuasa sunah
Jika bertepatan dengan jadwal puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah), umat Islam dapat mengerjakannya di bulan Safar.
6. Memperbanyak doa
Tidak ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW untuk bulan Safar. Namun, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa memohon perlindungan, kesehatan, rezeki yang halal, dan keberkahan hidup.
7. Menjalin silaturahmi
Menjaga hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan kerabat juga termasuk amalan yang bernilai ibadah. Silaturahmi dapat mempererat persaudaraan dan mendatangkan keberkahan.
8. Memperbanyak amal saleh
Segala bentuk kebaikan, seperti membantu orang lain, berbakti kepada orang tua, menjaga amanah, dan menebarkan manfaat kepada sesama, tetap menjadi amalan yang dianjurkan selama bulan Safar.
Umat Islam dianjurkan mengisi bulan Safar dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh sebagaimana pada bulan-bulan lainnya, tanpa meyakini adanya kesialan atau keistimewaan khusus yang tidak didasarkan pada Al-Qur'an maupun hadis sahih.
Editor : Dede Imran