Sukabumi Update

Mengapa Maulid Nabi Diperingati pada Bulan Rabiul Awal? Ini Sejarahnya

Ilustrasi AI - Bulan Rabiul Awal menjadi waktu istimewa bagi umat Muslim karena disebutkan sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW (Sumber : AI chatGPT)

SUKABUMIUPDATE.com - Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati pada bulan Rabiul Awal karena bulan tersebut diyakini sebagai bulan kelahiran Rasulullah SAW.

Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriah dan memiliki tempat istimewa dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Mengutip dari laman NU Online, Rasulullah SAW lahir di Kota Makkah pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah atau sekitar 570 Masehi), dan kemudian menjadi utusan Allah SWT yang membawa risalah Islam kepada umat manusia.

Baca Juga: Doa-Doa Mustajab Nabi Muhammad SAW untuk Ketenangan dan Keberkahan Hidup

Kata "maulid" berarti hari lahir. Oleh karena itu, perayaannya ditempatkan persis pada bulan terjadinya peristiwa bersejarah tersebut.

Manurut Channel Youtube Kata Ustadz, tradisi perayaan ini mulai digagas dalam skala luas pada masa pemerintahan Sultan atau penguasa dinasti tertentu (seperti pada masa Raja Mudhaffar ad-Din Ghyurburi) pada abad ke-6 atau ke-7 Hijriah untuk membangkitkan kecintaan umat kepada Nabi.

Di Indonesia sendiri peringatan ini disebarkan oleh para ulama dan Wali Songo sejak sekitar abad ke-14 Masehi sebagai sarana dakwah dan memupuk rasa cinta kepada teladan Islam.

Hingga saat ini peringatan Maulid Nabi kemudian menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah, memperbanyak shalawat, mempelajari perjalanan hidup beliau, serta meneladani akhlaknya.

Baca Juga: 20 Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW, Penuh Doa dan Pesan Islami

Karena itulah, ketika memasuki Rabiul Awal, berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, pembacaan shalawat, ceramah, dan kegiatan sosial mulai banyak digelar di sejumlah daerah.

Maulid Nabi dapat menjadi kesempatan untuk kembali mengenal sosok Rasulullah SAW. Beliau dikenal sebagai pribadi yang memiliki akhlak mulia, penuh kasih sayang, jujur, amanah, sabar, dan senantiasa mengajarkan kebaikan.

Karena itu, semangat Maulid Nabi dapat diwujudkan dengan memperbanyak shalawat, mempelajari sirah Nabi, mengikuti sunnahnya, serta menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Editor : Dede Imran

Tags :
BERITA TERKAIT