SUKABUMIUPDATE.com - Paribasa Sunda “Lamun henteu ngakal moal ngakeul” merupakan ungkapan yang berkaitan dengan usaha dan cara seseorang memenuhi kebutuhan hidup.
Paribasa ini mengingatkan kita sebagai manusia untuk jangan malas dan harus bisa memaksimalkan akal dalam berusaha agar segala bisa memenuhi kebutuhan hidup.
Secara harfiah paribasa ini berarti kalau tidak mau menggunakan akal dan mencari cara, tidak akan bisa mendapatkan penghidupan.
Baca Juga: 15 Tata Krama Orang Sunda yang Diajarkan pada Anak Agar Si Kecil Jadi Pribadi Santun
Makna paribasanya
Paribasa ini mengajarkan bahwa seseorang perlu berpikir, berusaha, kreatif, dan pandai mencari jalan keluar agar dapat memenuhi kebutuhan hidup. Tidak cukup hanya menunggu keadaan berubah tanpa melakukan sesuatu.
Kata “ngakal” dalam paribasa ini bukan berarti berbuat curang. Maknanya lebih dekat dengan menggunakan akal pikiran, mencari akal atau cara, dan berusaha dengan kemampuan yang dimiliki.
Sementara “ngakeul” menggambarkan keadaan dapur yang mengepul sebagai simbol terpenuhinya kebutuhan hidup.
Baca Juga: 10 Kebiasaan Orang Sunda Saat Memperingati Maulid Nabi yang Masih Lestari Sampai Sekarang
Dalam kehidupan masyarakat Sunda dahulu, dapur yang mengepul menjadi gambaran sederhana bahwa seseorang memiliki makanan dan mampu menghidupi keluarganya.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari
Misalnya, seseorang kehilangan pekerjaan. Daripada hanya menunggu mendapatkan pekerjaan baru, ia mencoba mencari cara lain seperti berdagang, bertani, membuat kerajinan, atau melakukan pekerjaan lain yang bisa menghasilkan uang.
Dalam kondisi seperti itu, paribasa “Lamun henteu ngakal moal ngakeul” mengingatkan bahwa seseorang harus menggunakan pikiran dan keterampilannya untuk mencari jalan keluar.
Editor : Dede Imran