SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat Sunda memiliki beragam paribasa yang sarat akan nasihat tentang bagaimana seseorang sebaiknya bersikap dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satunya adalah “ulah kawas élét ka langit”, ungkapan yang mengingatkan seseorang agar tidak tinggi hati atau merasa lebih hebat daripada orang lain.
Secara harfiah, paribasa ini terdiri dari kata “ulah = jangan”, “kawas = seperti”, elet = élét (ungkapan/perumpamaan dalam paribasa), dan “Ka langit = ke langit”.
Ungkapan ini menggambarkan sikap seseorang yang ingin meninggikan atau menonjolkan dirinya, seolah-olah dirinya berada jauh lebih tinggi daripada orang lain.
Baca Juga: Pendakian Gunung Salak dan Kawah Ratu Ditutup, TNGHS: Termasuk Jalur via Sukabumi
Makna yang Terkandung
Makna paribasa ini adalah jangan memiliki sifat sombong atau tinggi hati. Ketika seseorang memiliki kelebihan, baik berupa harta, kedudukan, kepandaian maupun keberhasilan, sebaiknya tidak digunakan untuk merendahkan orang lain.
Nilai yang ditekankan adalah rendah hati dan tahu diri. Dalam pandangan budaya Sunda, seseorang yang memiliki kemampuan atau kedudukan lebih tinggi justru diharapkan tetap menghargai orang lain dan tidak menunjukkan kesombongan.
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Misalnya, seseorang baru mendapatkan jabatan tinggi kemudian mulai meremehkan teman-temannya yang dulu berada di posisi yang sama. Sikap seperti ini dapat dikritik dengan nasihat “ulah kawas élét ka langit.”
Intinya, paribasa ini mengingatkan agar seseorang tidak meninggikan diri hanya karena memiliki kelebihan tertentu. Keberhasilan sebaiknya disertai dengan kerendahan hati dan sikap menghargai sesama.
Editor : Dede Imran