Sukabumi Update

7 Cara Aman Membersihkan Rumah dari Abu Vulkanik agar Tidak Terhirup

Ilustrasi membersihkan rumah (Sumber : Freepik/@magnific)

SUKABUMIUPDATE.com - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membuat masyarakat di sejumlah wilayah perlu meningkatkan kewaspadaan. Abu vulkanik yang terbawa angin dapat mengendap di halaman, kendaraan, atap, teras, hingga berbagai permukaan di dalam dan sekitar rumah.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak, membersihkan abu vulkanik memang penting untuk menjaga kebersihan lingkungan. Namun, proses pembersihannya tidak boleh dilakukan sembarangan. Abu yang sudah mengendap dapat kembali beterbangan ketika tersapu atau tertiup angin sehingga berisiko terhirup. Lantas, bagaimana cara membersihkan abu vulkanik di rumah dengan lebih aman?

1. Gunakan masker sebelum mulai membersihkan

Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum membersihkan abu adalah melindungi saluran pernapasan. Gunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik, terutama ketika abu masih terlihat menumpuk atau mudah beterbangan.

Masker membantu mengurangi paparan partikel abu yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Pastikan masker terpasang rapat dan tidak mudah bergeser selama proses pembersihan.

Selain masker, gunakan sarung tangan untuk melindungi tangan dari kontak langsung dengan abu. Jika membersihkan area yang banyak abunya, kacamata pelindung juga dapat digunakan untuk membantu melindungi mata.

Baca Juga: Mata Perih, Kulit Iritasi hingga Sakit Tenggorokan, Ini Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan

2. Jangan langsung menyapu abu dalam kondisi kering

Menyapu abu vulkanik secara kering dapat membuat partikel halus kembali beterbangan ke udara. Kondisi tersebut justru dapat meningkatkan risiko abu terhirup.

Karena itu, hindari membersihkan timbunan abu dengan gerakan menyapu yang terlalu keras. Untuk permukaan tertentu, gunakan metode pembersihan yang tidak membuat abu kering kembali terangkat ke udara.

3. Bersihkan permukaan dengan kain atau metode lembap

Untuk meja, kursi, lantai, jendela, dan permukaan rumah lainnya, pembersihan dengan kain lembap dapat membantu mengangkat abu tanpa membuatnya mudah beterbangan.

Lakukan secara perlahan dan hati-hati. Setelah digunakan, kain sebaiknya dicuci hingga bersih sebelum digunakan kembali.

Untuk lantai, gunakan metode pembersihan yang dapat mengurangi penyebaran partikel ke udara, bukan sekadar mengibaskan atau menyapu abu dalam keadaan kering.

4. Bersihkan abu dari kendaraan dengan hati-hati

Kendaraan yang berada di luar rumah juga dapat menjadi tempat menempelnya abu vulkanik. Jangan langsung menggosok permukaan kendaraan dalam kondisi penuh abu karena partikel dapat menyebabkan goresan pada permukaan tertentu.

Sebelum membersihkannya, gunakan perlindungan diri seperti masker. Bersihkan abu secara hati-hati menggunakan air yang cukup dan metode yang tidak membuat partikel kembali beterbangan.

Hal yang sama berlaku untuk sepeda, pagar, teras, dan benda lain yang berada di luar rumah.

Baca Juga: Arsenal Menang 2-1 atas Chelsea di Derby London, Kai Havertz dan Martin Odegaard Jadi Penentu

5. Tutup pintu dan jendela selama proses pembersihan

Jika abu masih beterbangan di luar, usahakan pintu dan jendela rumah tetap tertutup. Langkah ini membantu mengurangi masuknya partikel abu ke dalam ruangan.

Jika harus membersihkan bagian dalam rumah, lakukan secara perlahan dan hindari aktivitas yang dapat membuat abu kembali terangkat ke udara.

6. Jangan biarkan anak-anak dan kelompok rentan ikut membersihkan

Membersihkan abu vulkanik sebaiknya dilakukan oleh orang dewasa yang menggunakan perlindungan diri dengan baik. Anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan sebaiknya tidak berada di dekat area yang sedang dibersihkan.

Paparan abu dapat mengganggu saluran pernapasan dan menyebabkan keluhan seperti batuk, iritasi tenggorokan, atau kesulitan bernapas pada sebagian orang.

7. Setelah selesai, segera cuci tangan dan bersihkan diri

Jangan langsung menyentuh mata, hidung, mulut, atau makanan setelah selesai membersihkan abu. Segera cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Jika pakaian atau rambut terkena abu dalam jumlah banyak, sebaiknya segera membersihkan diri dan mengganti pakaian.

Membersihkan abu vulkanik memang diperlukan agar lingkungan tetap aman dan nyaman, tetapi prosesnya perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Hindari membuat abu kembali beterbangan, gunakan perlindungan diri, dan jauhkan kelompok rentan dari area yang sedang dibersihkan.

Dengan langkah sederhana tersebut, masyarakat dapat mengurangi risiko menghirup abu vulkanik sekaligus menjaga kondisi rumah tetap bersih selama sebaran abu masih terjadi.

Baca Juga: Abu Vulkanik GAK Meningkat, Kadisdik Kabupaten Sukabumi Imbau Sekolah Perketat Mitigasi

Sumber: Berbagai sumber

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT