SUKABUMIUPDATE.com - Pernah merasa pikiran tidak berhenti bekerja meski sebenarnya tidak sedang menghadapi masalah besar? Baru selesai satu pekerjaan, sudah memikirkan hal lain. Saat hendak tidur, kejadian yang sudah berlalu kembali terbayang atau justru muncul kekhawatiran tentang hari esok.
Kondisi seperti ini bisa terasa melelahkan. Salah satu pendekatan yang dapat dicoba untuk membantu menghadapi pikiran dan emosi adalah mindfulness.
Kenapa Pikiran Bisa Terasa Tidak Pernah Berhenti?
Otak memang terus memproses berbagai informasi, pengalaman, rencana, dan kekhawatiran. Ketika seseorang mengalami stres, tubuh juga dapat menunjukkan respons fisik seperti meningkatnya detak jantung, ketegangan otot, serta perubahan pola pernapasan.
Stres sesekali merupakan respons normal ketika menghadapi tantangan. Namun, stres yang berlangsung lama dapat berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan tidur dan keluhan psikologis.
Baca Juga: Mindfulness Ramai Dibahas Usai Konten Maudy Ayunda, Kenali Arti dan Manfaatnya
Selain itu, kebiasaan terus berpindah dari satu informasi ke informasi lain, misalnya melalui media sosial, juga dapat membuat perhatian sulit benar-benar beristirahat. Akibatnya, seseorang mungkin merasa tubuh sedang diam, tetapi pikirannya tetap sibuk.
Mindfulness secara sederhana merupakan kemampuan untuk memberikan perhatian terhadap apa yang sedang terjadi saat ini dengan kesadaran dan tanpa menghakimi, praktik mindfulness melibatkan perhatian atau kesadaran terhadap momen saat ini tanpa memberikan penilaian.
Artinya, mindfulness bukan berarti membuat pikiran menjadi kosong. Ketika muncul pikiran tentang pekerjaan, masa lalu, atau kekhawatiran mengenai masa depan, seseorang belajar menyadarinya tanpa langsung terbawa oleh pikiran tersebut.
Mindfulness lebih berkaitan dengan kemampuan menyadari apa yang sedang terjadi dalam diri. Misalnya, ketika merasa cemas, seseorang dapat mengenali bahwa dirinya sedang cemas, memperhatikan sensasi tubuh yang muncul, kemudian mencoba memberikan respons secara lebih sadar.
Dengan cara tersebut, seseorang tidak harus langsung mengikuti setiap pikiran yang muncul.
Baca Juga: Dulu Identik dengan Orang Tua, 5 Penyakit Ini Kini Mulai Mengintai Anak Muda
Manfaat Mindfulness
Mindfulness dapat membantu mengurangi gejala stres, termasuk kecemasan dan depresi, serta berpotensi membantu meningkatkan kualitas tidur.
Mindfulness juga bermanfaat terhadap gejala kecemasan. Karena itu, mindfulness lebih tepat dipandang sebagai salah satu cara untuk mendukung pengelolaan stres dan kesejahteraan mental.
Cara Melatih Mindfulness
Mindfulness tidak selalu membutuhkan waktu lama atau tempat khusus. Latihannya bisa dimulai dari aktivitas sederhana.
- Fokus pada pernapasan. Luangkan beberapa menit untuk memperhatikan napas. Sadari ketika udara masuk dan keluar. Jika pikiran mulai mengembara, perlahan kembalikan perhatian pada napas.
- Lakukan satu aktivitas dengan penuh perhatian. Saat makan, misalnya, coba fokus pada rasa, aroma, tekstur, dan sensasi makanan. Hindari melakukan banyak aktivitas sekaligus jika memungkinkan.
- Perhatikan kondisi tubuh. Ketika merasa tegang atau tidak nyaman, berhenti sejenak dan perhatikan bagian tubuh yang terasa tegang. Kesadaran sederhana terhadap kondisi tubuh dapat membantu mengenali bagaimana stres sedang dirasakan.
- Sadari pikiran tanpa langsung mempercayainya. Ketika muncul pikiran seperti “bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi?”, cobalah menyadari bahwa itu adalah sebuah pikiran, bukan selalu sebuah fakta.
- Beri jeda dari arus informasi. Jika merasa semakin kewalahan setelah terlalu lama melihat media sosial atau berita, mengambil jeda dapat membantu memberikan ruang bagi perhatian untuk kembali pada aktivitas yang sedang dijalani.
Pada akhirnya, mindfulness bukan tentang membuat pikiran selalu tenang. Praktik ini lebih tentang belajar menyadari apa yang sedang terjadi dalam diri dan mengembalikan perhatian pada saat ini.
Ketika pikiran terasa terlalu ramai, mungkin yang dibutuhkan bukan selalu mencari jawaban baru, tetapi memberikan diri sendiri kesempatan untuk berhenti sejenak dan menyadari apa yang sedang terjadi.
Baca Juga: 2 Motor Adu Banteng di Surade Sukabumi, Siswa SD dan Pengendara Masuk RS
Sumber: NIH
Editor : Silvi Maharani