SUKABUMIUPDATE.com - Bahasa Sunda memiliki banyak paribasa yang menggunakan gambaran sederhana dalam kehidupan sehari-hari untuk menyampaikan nasihat atau sindiran.
Salah satunya adalah “Mindingan beungeut ku saweuy”, yang secara harfiah menggambarkan seseorang menutupi wajah menggunakan saweuy. Mengutip berbagai sumber Saweuy sendiri semacam penutup muka.seperti jaring.
Di balik gambaran tersebut tersimpan makna tentang usaha menutupi sesuatu yang sebenarnya sulit disembunyikan.
Baca Juga: Profil Amanda Rigby, Calon Istri Andre Taulany yang Bikin Netizen Penasaran
Makna paribasanya
Bayangkan seseorang ingin menutupi wajahnya, tetapi hanya menggunakan penutup muka seperti jaring. Wajahnya tentu masih terlihat dari berbagai sisi. Gambaran inilah yang digunakan sebagai perumpamaan.
Maknanya yaitu berpura-pura tidak tahu, menutupi kesalahan sendiri yang sudah diketahui orang lain, atau menyembunyikan keburukan hati padahal orang lain sudah paham kelakuannya.
Dengan kata lain, paribasa ini mengandung nasihat agar seseorang jangan mengira suatu kesalahan atau keburukan bisa disembunyikan dengan cara yang seadanya, karena pada akhirnya dapat terbongkar.
Baca Juga: UMMI Kembangkan Prototipe Sampo Herbal Antiketombe Berbasis Seledri dan Jahe
Contoh penggunaannya
Misalnya ada seseorang yang melakukan kesalahan di tempat kerja. Ia mencoba menutupi kesalahannya dengan memberikan alasan yang tidak masuk akal, padahal orang-orang di sekitarnya sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Dalam keadaan seperti itu, orang Sunda bisa menggambarkannya dengan paribasa “Ulah mindingan beungeut ku saweuy.”
Maksudnya, jangan berusaha menutupi sesuatu dengan cara yang tidak akan berhasil, karena kenyataannya sudah terlihat oleh orang lain.
Editor : Dede Imran