SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat Sunda memiliki banyak paribasa yang menjadi tuntunan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah “Ulah unggut kalinduan, ulah gedag kaanginan”.
Ini adalah sebuah ungkapan yang mengajarkan pentingnya memiliki pendirian dan tidak mudah terpengaruh oleh keadaan.
Nasihat ini mengingatkan seseorang agar tidak gampang goyah hanya karena mendapat tekanan, bujukan, atau pengaruh dari orang lain.
Baca Juga: Tersembunyi di Arjasari, Curug Ekong Jadi Pesona Wisata Alam Kabupaten Bandung
Secara harfiah, ungkapan ini menggambarkan sesuatu yang mudah bergerak ketika terkena pengaruh dari luar, seperti benda yang bergoyang karena angin.
Makna paribasa
Dalam kehidupan manusia, maknanya bukan tentang gerakan secara fisik. “Ulah unggut kalinduan, ulah gedag kaanginan” merupakan nasihat supaya seseorang memiliki pendirian yang teguh dan tidak mudah terombang-ambing oleh keadaan.
Baca Juga: Panen Tembus 10 Ton per Hektare, Kementan Dorong Pemupukan Berimbang Pureplant Diperluas
Seseorang hendaknya tidak gampang berubah sikap hanya karena mendengar perkataan orang lain, menghadapi tekanan, mendapat bujukan, atau mengalami perubahan situasi.
Sebelum mengambil sikap, seseorang sebaiknya mempertimbangkan sesuatu dengan matang dan berpegang pada prinsip yang diyakininya.
Namun, teguh pendirian bukan berarti seseorang harus keras kepala. Pesannya lebih kepada tidak mudah terbawa pengaruh, tetapi tetap mampu mempertimbangkan nasihat atau keadaan secara bijaksana.
Editor : Dede Imran