SUKABUMIUPDATE.com - Mendapat kritik bukan selalu pengalaman yang menyenangkan. Ketika seseorang menunjukkan kesalahan atau kekurangan, reaksi pertama yang muncul bisa berupa kesal, malu, bahkan keinginan untuk langsung membela diri. Padahal, kritik yang disampaikan secara konstruktif dapat menjadi bahan untuk mengetahui hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
Merasa tidak nyaman ketika dikritik sebenarnya merupakan hal yang manusiawi. Namun, terlalu cepat bereaksi dapat membuat kita melewatkan informasi penting dari masukan tersebut. Lantas, bagaimana cara belajar menerima kritik dengan lebih terbuka?
1. Jangan Langsung Membalas
Saat mendengar kritik, keinginan untuk langsung menjelaskan diri atau membantah memang bisa muncul secara spontan. Namun, memberikan jeda sebelum merespons dapat membantu seseorang memahami apa yang sebenarnya sedang disampaikan.
Tidak perlu langsung mengatakan bahwa kritik tersebut salah. Dengarkan sampai selesai, kemudian pikirkan apakah ada bagian yang memang perlu diperhatikan. Cara ini juga dapat mengurangi kemungkinan percakapan berubah menjadi perdebatan.
Menunda respons bukan berarti menerima semua kritik begitu saja, melainkan memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk memproses informasi dengan lebih tenang.
Baca Juga: Jangan Asal Beli Jamu, Kenali Ciri Produk Herbal yang Aman
2. Pisahkan Kritik terhadap Perilaku dari Harga Diri
Salah satu alasan kritik terasa menyakitkan adalah ketika komentar terhadap satu tindakan dianggap sebagai penilaian terhadap seluruh diri.
Feedback yang baik seharusnya berfokus pada perilaku atau tindakan yang bisa diperbaiki, bukan menyerang karakter seseorang.
3. Tanyakan Contoh yang Lebih Spesifik
Terkadang seseorang sulit menerima kritik karena masukan yang diberikan terlalu umum.
Ketika mendapat kritik yang belum jelas, cobalah bertanya, “Bagian mana yang menurutmu perlu saya perbaiki?” atau “Bisa kasih contoh situasinya?”
Pertanyaan seperti ini membantu mengubah kritik yang abstrak menjadi informasi yang lebih konkret. Dengan begitu, kamu dapat menilai apakah masukan tersebut memang relevan dan apa yang bisa dilakukan setelahnya.
4. Cari Bagian Kritik yang Bisa Dipelajari
Tidak semua kritik harus diterima seluruhnya. Seseorang tetap berhak tidak setuju ketika sebuah penilaian dirasa tidak tepat atau tidak sesuai fakta. Namun, sebelum menolaknya, coba cari apakah ada bagian kecil yang sebenarnya bermanfaat.
Baca Juga: Temulawak Bukan Sekadar Jamu, Ini Manfaatnya untuk Pencernaan hingga Hati
5. Biasakan Melihat Kritik sebagai Bahan Evaluasi
Menerima kritik akan terasa lebih mudah ketika kita tidak menganggapnya sebagai ancaman terhadap harga diri. Masukan dapat dipandang sebagai informasi mengenai sesuatu yang mungkin belum kita sadari.
Bukan berarti setiap kritik harus membuat kita berubah. Justru, setelah mendengarkan dan mempertimbangkannya, kita dapat menentukan mana yang relevan dan mana yang tidak.
Belajar menerima kritik bukan berarti harus selalu menganggap orang lain benar. Kritik tetap perlu dilihat berdasarkan konteks, niat, bukti, dan cara penyampaiannya.
Yang perlu diubah adalah kebiasaan untuk langsung defensif sebelum memahami isi masukan. Dengan mendengarkan lebih dulu, meminta penjelasan, serta mengambil bagian yang memang bermanfaat, kritik dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri.
Baca Juga: Akhirnya! Andre Taulany Resmi Menikah dengan Amanda Rigby
Sumber: HBR
Editor : Silvi Maharani