Sukabumi Update

Kumpulan 6 Pepatah Sunda untuk Menyindir Orang Malas dan Artinya

Ilustrasi - Beberapa paribasa dan babasan Sunda yang bisa dikaitkan dengan sifat malas, enggan berusaha, atau kebiasaan menunda pekerjaan (Sumber : Sora)

SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat Sunda memiliki beragam paribasa dan babasan yang digunakan untuk menyampaikan nasihat, termasuk untuk menyindir seseorang yang memiliki kebiasaan malas atau enggan berusaha.

Menariknya, sindiran tersebut sering disampaikan melalui ungkapan yang sederhana dan penuh perumpamaan, sehingga terdengar lebih halus tetapi tetap memiliki makna yang kuat.

Beberapa di antaranya menggambarkan orang yang tidak menyelesaikan pekerjaan, hanya ingin menikmati hasil, atau enggan bersusah payah.

Ada beberapa paribasa dan babasan Sunda yang bisa dikaitkan dengan sifat malas, enggan berusaha, atau kebiasaan menunda pekerjaan. Beberapa yang menarik antara lain:

Baca Juga: Duit Cepek Bertandatangan Purbaya Diburu Warganet! Ini Tanggapan Bank Indonesia

1. Ulah taluk pedah jauh, tong horéam pedah anggang; jauh kudu dijugjug, anggang kudu diteang".

Artinya jangan pernah merasa lesu atau menyerah karena jarak yang jauh, dan jangan malas karena tempat yang terlampau jauh; jika itu jauh harus didatangi, jika itu terbentang harus dicari.

2. Cul dog-dog tinggal igel

Artinya meninggalkan pekerjaan sebelum selesai, kemudian beralih melakukan hal lain. Ungkapan ini cocok untuk menggambarkan orang yang tidak tekun dalam menyelesaikan pekerjaan.

3. Kawas hayam keur endogan

Artinya secara kiasan dapat digunakan untuk menggambarkan orang yang bermalas-malasan atau tidak banyak melakukan pekerjaan, seperti ayam yang hanya duduk mengeram.

Baca Juga: Selain Sampah, Botol Miras Juga Berserakan di Gunung Kendeng Kabandungan Sukabumi

4. Ngagugulung kalapa meunang hampangna

Artinya mengandung gambaran tentang orang yang ingin mendapatkan hasil atau keuntungan tanpa mau melakukan bagian pekerjaan yang berat.

5. Kudu bisa ngukur ka kujur, nimbang ka badan

Artinya harus mampu mengukur kemampuan diri sendiri. Ini memang bukan pepatah khusus tentang kemalasan, tetapi bisa dikaitkan dengan nasihat agar seseorang tidak menghindari pekerjaan dengan alasan yang dibuat-buat dan memahami tanggung jawab sesuai kemampuannya.

6. Cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok

Artinya usaha yang dilakukan terus-menerus akan menghasilkan sesuatu, seperti tetesan air yang terus mengenai batu hingga membuat cekungan. Pepatah ini merupakan kebalikan dari sifat malas dan cocok sebagai nasihat agar tidak mudah menyerah dalam bekerja atau belajar.

Itulah beberapa paribasa dan babasan Sunda yang bisa dikaitkan dengan sifat malas, enggan berusaha, atau kebiasaan menunda pekerjaan.

Editor : Dede Imran

Tags :
BERITA TERKAIT