SUKABUMIUPDATE.com - Dalam pelaksanaan sholat, terdapat sejumlah bacaan yang dianjurkan untuk diamalkan, salah satunya adalah doa iftitah.
Bacaan ini dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Surah Al-Fatihah, sebagai bentuk pujian serta permohonan kepada Allah SWT.
Doa iftitah memiliki beberapa versi bacaan yang bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW dan diamalkan oleh umat Islam.
Membaca doa iftitah berhukum sunnah. Apabila seseorang lupa atau meninggalkannya, sholatnya tetap sah dan tidak disyariatkan melakukan sujud sahwi.
Bacaan Doa Iftitah dalam Sholat
Berikut beberapa bacaan doa iftitah yang diriwayatkan dalam hadis dan sering dibaca dalam sholat dikutip dari NU Online.
1. Doa Iftitah yang Paling Umum Dibaca
اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
"
Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa'ashiilaa.
Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin.
Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.
Artinya: "Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah. Maha Suci Allah pagi dan petang.
Sesungguhnya aku hadapkan wajahku (hatiku) kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin.
Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya.
Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim."
2. Doa Iftitah yang Disunnahkan Rasulullah
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA, berikut adalah bacaan doa iftitah yang disunnahkan Rasulullah SAW:
اللهم باعد بينِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَا عَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ تقْنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنقى الثوبُ الْأَرْضُ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Allahumma baa'id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa'adta bainal masyriqi wal maghrib.
Allahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqatsawbul abyadlu minaddanasi.
Allahummaghsil khathaayaaya bil maai watstsalji walbaradi.
Artinya: "Ya Allah, jauhkanlah diriku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana telah Engkau jauhkan antara timur dan barat.
Ya Allah, bersihkanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana telah Engkau bersihkan baju putih dari kotoran.
Ya Allah, cucilah diriku dari kesalahan-kesalahan-ku dengan air, es dan embun."
3. Doa Iftitah Pendek
الْحَمْدُ لِلهِ حَمْداً كَثِيْراً طَيِّباً مُبَارَكاً فِيْهِ
Alhamdulillaahi hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiih
Artinya: "Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik dan penuh berkah."
4. Doa Iftitah Pujian kepada Allah
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا
Allahu akbar, kabirau walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukrotaw washila.
Artinya: "Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyak pujian."
5. Doa Iftitah Memohon Ampunan Dosa
اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْتَ رَبِّيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ذُنُوْبِيْ جَمِيْعاً فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ وَاهْدِنِيْ لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ، لَا يَهْدِيْ لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّيْ سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِيْ يَدَّيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.
Allahumma antal maliku laa ilaaha illa anta, anta rabbii wa ana 'abduka, zhalamtu nafsii,
wa 'taraftu bi dzanbi, fagfirlii dzunuubii jamii'an, innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illa anta, wahdinii li ahsanil-akhlaaq,
laa yahdii li ahsanihaa illa anta, washrif 'anni sayy'iahaa, laa yashrifu 'anni sayyi'ahaa illa anta, labbaika wa sa'daik wal-khairu kulluhu fi yadaika,
wasy-syarru laisa ilaika, ana bika wa ilaika, tabarakta wa ta'alaita, astaghfiruka wa atuubu ilaika.
Artinya: "Ya Allah! Engkaulah Maha Raja, tiada tuhan selain Engkau, Engkaulah Tuhanku, dan aku adalah hambamu,
aku telah berbuat zalim terhadap diriku, aku akui dosaku, maka ampunilah segala dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.
Bimbinglah aku kepada sebaik-baik akhlak, karena tidak ada yang membimbing ke arah itu kecuali Engkau.
Hindarilah aku dari akhlak tercela, karena hanya Engkaulah yang menghindarkannya.
Aku penuhi panggilan-Mu, sedangkan kejelekan tidaklah berasal dari-Mu. Aku ada (semata-mata) karena-Mu dan akan kembali kepada-Mu.
Maha Suci Engkau, aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu."
Editor : Dede Imran