SUKABUMIUPDATE.com - Musim hujan tidak hanya menghadirkan udara dingin dan jalanan yang basah, tetapi juga memiliki beragam istilah dalam bahasa Sunda yang menarik untuk diketahui.
Ada kata yang menggambarkan hujan rintik-rintik, hujan yang turun terus-menerus, suara air, hingga kondisi ketika air hujan menggenang di jalan.
Beberapa di antaranya bahkan mungkin sudah jarang terdengar dalam percakapan sehari-hari.
Lantas, apa saja kekecapan Bahasa Sunda yang berkaitan dengan musim hujan dan apa artinya? Berikut daftarnya.
Baca Juga: Curug Mariuk Sukamakmur, Destinasi Trekking dengan Panorama Perbukitan yang Eksotis
- Ngijih: Musim hujan atau keadaan ketika sering turun hujan
- Ngecrek: Hujan yang turun terus-menerus atau hampir setiap hari
- Raat: Hujan rintik-rintik atau hujan mulai berhenti
- Paralak: Bunyi atau tanda hujan yang mulai jatuh mengenai genting atau permukaan tertentu
- Seah: Suara air deras atau suara hujan yang tertiup angin
- Cur: Kecap anteuran yang menggambarkan hujan atau air yang dituangkan
- Ngaguruh: Suara bergemuruh, misalnya suara hujan deras atau guntur
- Caah: Banjir bandang atau keadaan meluapnya air akibat hujan besar
- Cileuncang: Genangan air hujan yang terkumpul di tanah, jalan, dan tempat lainnya
- Hujaneun: Keadaan ketika seseorang kehujanan atau terjebak hujan ketika sedang bepergian
- Iuh: Teduh, terlindung dari panas matahari atau hujan
- Katirisan: Kedinginan
- Hujan silantang: Hujan yang turun di tempat yang jauh; dari kejauhan terdengar atau terlihat hujannya
- Pras-pris: Ketika hujan mulai turun
- Miripis: Hujan rintik-rintik
- Hujan poyan: Kondisi hujan namun sinar matahari masih bisa menembus awan.
- Angkeub: Kondisi mendung dan kondisi langit gelap tertutup awan
Itulah beberapa kekecapan atau kosakata Bahasa Sunda yang sering terdengar saat musim hujan.
Editor : Dede Imran