SUKABUMIUPDATE.com - Hujan bukan hanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda, tetapi juga kerap hadir dalam ungkapan tradisional yang sarat makna.
Dalam paribasa dan babasan Sunda, hujan, air, angin, hingga keadaan alam digunakan untuk menggambarkan berbagai nasihat tentang kehidupan, mulai dari pentingnya berjaga-jaga, menghadapi kesulitan, hingga menjaga kebaikan yang telah dilakukan.
Beberapa di antaranya bahkan memiliki makna yang mirip dengan pepatah dalam bahasa Indonesia.
Baca Juga: Revolusi Strike di Palabuhanratu: Booster dan Atraktor Bikin Nelayan Badong Sukabumi Panen Ikan
Berikut beberapa contoh paribasa (peribahasa) dan babasan (idiom) dalam bahasa Sunda yang berkaitan dengan hujan atau cuaca.
1. Ditiung méméh hujan
Artinya: Berjaga-jaga atau bersiap sebelum terjadi suatu kesulitan atau celaka.
2. Ditiung sanggeus hujan
Artinya: Baru bersiap-siap atau berhati-hati setelah celaka atau musibah terjadi.
3. Halodo sataun lantis ku hujan sapoe
Artinya: Kebaikan yang sudah dilakukan bertahun-tahun bisa hilang atau rusak seketika hanya karena satu perbuatan buruk.
Baca Juga: Telur Rebus untuk Sarapan, Ini Manfaat Protein bagi Tubuh
4. Tangkal kai teu kalis ku angin
Artinya: Setiap orang pasti akan mengalami kesusahan atau cobaan dalam hidup.
5. Teu gugur teu angin
Artinya: Tidak ada sebab, tanda, atau kabar sebelumnya.
6. Seuneu hurung, cai caah, ulah disorang
Artinya: Jangan mengganggu atau menghadapi orang yang sedang marah atau dikuasai emosi.
7. Cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok
Artinya: Sesuatu yang dilakukan secara terus-menerus dan tekun, meskipun sedikit demi sedikit, akhirnya akan membuahkan hasil.
8. Cai di hilir mah kumaha ti girangna
Artinya: Keadaan atau perilaku orang di bawah sering mengikuti keadaan atau perilaku orang yang berada di atasnya.
Itulah beberapa contoh paribasa dan babasan dalam bahasa Sunda yang berkaitan dengan hujan atau cuaca.
Editor : Dede Imran