SUKABUMIUPDATE.com - Musim hujan mulai mendekat di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026. Sementara itu, puncak musim hujan di banyak wilayah diprediksi terjadi pada Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027.
Datangnya musim hujan perlu diikuti dengan persiapan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan genangan dan banjir. Beberapa langkah sederhana di rumah dapat dilakukan sejak sekarang untuk membantu mengurangi risikonya.
1. Bersihkan Saluran Air
Periksa saluran air di sekitar rumah dan pastikan tidak tersumbat oleh daun, tanah, plastik, atau sampah lainnya. Saluran yang tersumbat dapat membuat air hujan sulit mengalir dan meningkatkan risiko genangan.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jabar 7 Oktober 2026, Sukabumi Potensi Berawan hingga Hujan
2. Jangan Biarkan Sampah Menumpuk
Sampah yang dibuang sembarangan dapat terbawa air dan menyumbat drainase maupun aliran sungai. Karena itu, pastikan sampah rumah tangga dibuang pada tempatnya dan jangan memasukkannya ke selokan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga aliran air tetap lancar ketika hujan turun.
3. Periksa Talang Air dan Atap Rumah
Talang yang dipenuhi daun atau kotoran dapat membuat air hujan meluap. Sebelum hujan semakin sering, bersihkan talang dan periksa apakah terdapat kebocoran pada atap. Pastikan pula air dari talang memiliki jalur pembuangan yang baik sehingga tidak langsung menggenang di sekitar rumah.
4. Pangkas Ranting Pohon yang Berisiko
Pohon besar di sekitar rumah juga perlu diperiksa. Ranting yang terlalu panjang, kering, atau rapuh sebaiknya dipangkas untuk mengurangi risiko patah atau tumbang ketika terjadi hujan deras disertai angin. Langkah ini juga menjadi salah satu upaya pencegahan yang dianjurkan BNPB menjelang musim penghujan.
5. Periksa Titik yang Sering Tergenang
Coba perhatikan bagian halaman, garasi, atau jalan di sekitar rumah yang biasanya menjadi tempat berkumpulnya air. Jika memungkinkan, perbaiki kemiringan atau jalur aliran air agar air hujan tidak mudah mengarah ke dalam rumah.
Untuk rumah yang berada di wilayah rawan banjir, penghalang air atau perlengkapan seperti pompa juga dapat dipersiapkan sebagai langkah tambahan.
Baca Juga: Mikel Merino Gemilang, Spanyol Permalukan Kroasia 2-1 di UEFA Nations League 2026/2027
6. Siapkan Barang Penting di Tempat Aman
Jika rumah berada di kawasan yang memiliki riwayat banjir, simpan dokumen penting, obat-obatan, perangkat elektronik, dan barang berharga di tempat yang lebih tinggi. Persiapkan pula tas darurat berisi kebutuhan dasar apabila sewaktu-waktu harus meninggalkan rumah.
7. Pantau Informasi Cuaca dan Kondisi Lingkungan
Jangan hanya menunggu hujan turun. Pantau informasi cuaca dari sumber resmi, terutama ketika terdapat potensi hujan lebat atau cuaca ekstrem.
BMKG menyediakan informasi dan prakiraan cuaca yang dapat menjadi acuan masyarakat dalam mempersiapkan aktivitas.
Mencegah banjir memang tidak selalu bisa dilakukan hanya dari lingkungan rumah. Namun, menjaga drainase, mengurangi sampah, memeriksa kondisi rumah, dan menyiapkan langkah darurat dapat membantu mengurangi risiko serta dampak ketika hujan deras terjadi.
Baca Juga: Dispar Sukabumi Sambut Pelajar ASEAN di NPU, Momentum Promosi Wisata Daerah
Sumber: BMKG dan Berbagai sumber lainnya
Editor : Silvi Maharani