SUKABUMIUPDATE.com - Multitasking merupakan kebiasaan mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus atau berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya dalam waktu singkat. Kebiasaan ini sering dilakukan untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam waktu terbatas.
Namun, terlalu sering melakukan multitasking tidak selalu membuat seseorang lebih produktif. Berpindah fokus secara berulang dapat mengurangi efisiensi dan meningkatkan risiko kesalahan, terutama ketika pekerjaan membutuhkan konsentrasi tinggi.
Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini juga dapat menambah beban mental dan membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih melelahkan. Lantas, apa saja dampak buruk terlalu sering multitasking yang perlu diketahui?
1. Sulit Mempertahankan Konsentrasi
Salah satu dampak multitasking adalah sulit mempertahankan fokus pada satu pekerjaan. Ketika seseorang berulang kali berpindah dari membaca pesan, memeriksa email, hingga menyelesaikan tugas utama, perhatian harus terus menyesuaikan diri dengan aktivitas yang berbeda.
Akibatnya, seseorang bisa lebih mudah terdistraksi dan membutuhkan waktu untuk kembali berkonsentrasi pada pekerjaan sebelumnya. Jika kebiasaan ini terus berulang, menyelesaikan tugas yang membutuhkan perhatian penuh dapat terasa semakin sulit.
Baca Juga: Sering Lupa Hal Kecil? Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Mungkin Jadi Penyebabnya
2. Produktivitas Menurun
Mengerjakan beberapa hal sekaligus mungkin terlihat efisien, tetapi kenyataannya tidak selalu demikian. Otak umumnya perlu mengalihkan perhatian ketika seseorang berpindah di antara dua tugas yang sama-sama membutuhkan pemikiran.
3. Lebih Mudah Melakukan Kesalahan
Ketika perhatian terbagi, ada kemungkinan informasi penting terlewat atau langkah pekerjaan dilakukan secara kurang teliti. Misalnya, seseorang membalas pesan saat menyusun laporan, lalu tidak menyadari adanya kesalahan angka atau informasi yang tertinggal.
4. Memori Kerja Lebih Terbebani
Memori kerja merupakan kemampuan otak untuk menyimpan dan menggunakan informasi dalam waktu singkat saat melakukan suatu aktivitas. Kemampuan ini diperlukan ketika seseorang mengikuti instruksi, menghitung, membaca, atau menyelesaikan masalah.
Saat terlalu sering berpindah tugas, otak harus terus mengingat konteks pekerjaan yang belum selesai sekaligus memproses informasi baru. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah kehilangan alur, lupa pada hal yang hendak dilakukan, atau kesulitan mengingat informasi yang baru diterima.
Baca Juga: Betrand Peto Klarifikasi Soal Video Pesta yang Viral, Akui Email Dibobol
5. Lebih Mudah Merasa Stres
Terlalu banyak pekerjaan yang harus ditangani secara bersamaan dapat membuat seseorang merasa kewalahan. Apalagi jika pesan, notifikasi, dan tuntutan pekerjaan terus berdatangan sebelum tugas sebelumnya selesai.
Meski demikian, respons setiap orang dapat berbeda. Beban pekerjaan, tekanan waktu, dan lingkungan juga berperan dalam menentukan tingkat stres yang dirasakan.
6. Memicu Kelelahan Mental
Berpindah fokus secara berulang membutuhkan usaha mental untuk memahami kembali tugas yang sedang dikerjakan. Jika berlangsung sepanjang hari tanpa jeda yang cukup, seseorang bisa merasa lebih cepat lelah, kewalahan, atau kehilangan semangat untuk menyelesaikan pekerjaan.
Kelelahan mental tersebut dapat membuat aktivitas yang sederhana terasa lebih berat, terutama ketika seseorang harus terus menghadapi gangguan dan tuntutan baru.
Multitasking tidak selalu merugikan. Menggabungkan aktivitas sederhana yang tidak saling mengganggu bisa saja dilakukan, seperti mendengarkan musik sambil merapikan kamar. Namun, untuk tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu umumnya lebih membantu.
Buatlah daftar tugas berdasarkan prioritas, tentukan waktu khusus untuk memeriksa pesan, dan selesaikan satu bagian pekerjaan sebelum beralih ke tugas berikutnya. Cara ini dapat membantu menjaga konsentrasi sekaligus mengurangi beban mental.
Pada akhirnya, produktivitas bukan hanya tentang seberapa banyak pekerjaan dilakukan sekaligus, tetapi juga tentang seberapa baik dan tepat pekerjaan tersebut diselesaikan.
Baca Juga: Enzo Maresca Sejajar dengan Pep Guardiola usai Raih Enam Kemenangan Beruntun di Liga Inggris
Sumber: APA
Editor : Silvi Maharani