SUKABUMIUPDATE.com - Mungkin paribasa Sunda Kudu Seubeuh Méméh Dahar, Kudu Nepi Méméh Indit jarang terdengar atau mungkin ada yang pernah mendengar tapi tidak tahu maknanya.
Padahal paribasa ini memiliki makna cukup dalam bagi kita sekaligus mengingatkan untuk selalu berpikiran jauh je depan.
Paribasa Sunda “Kudu Seubeuh Méméh Dahar, Kudu Nepi Méméh Indit” mengandung nasihat agar seseorang berpikir matang sebelum bertindak.
Ungkapan ini mengajarkan pentingnya mempertimbangkan akibat, risiko, dan kemungkinan yang akan dihadapi sebelum mengambil keputusan.
Baca Juga: Bullying: Pelajar di Sukabumi Patah Tulang, Sekolah Sebut Keterlibatan Kakak Kelas
Secara harfiah, paribasa ini berarti “harus kenyang sebelum makan, harus sampai sebelum berangkat”.
Kalimat tersebut memang terdengar tidak biasa, sebab seseorang umumnya makan terlebih dahulu agar kenyang dan harus berangkat sebelum sampai ke tujuan.
Namun, makna kiasannya bukan tentang makan atau perjalanan semata. Paribasa ini mengingatkan kita untuk memikirkan segala sesuatu dengan matang sebelum melakukannya.
Dalam bahasa Sunda, pesan tersebut dapat dijelaskan sebagai kudu ningali ka hareup, mikir saméméh prak, kudu dipikirkeun akibatna (melihat ke depan dan memikirkan akibat sebelum bertindak)
Contoh dalam kehidupan sehari-hari
Ada beberapa contoh penerapan paribasa ini dalam kehidupan modern.
Baca Juga: 5 Tuntutan Aksi 20 Oktober 2026: Sekolah Larang Pelajar Sukabumi Ikut Demonstrasi
- Sebelum memulai usaha. Seseorang perlu menghitung modal, mempelajari pasar, dan mempertimbangkan kemungkinan kerugian agar tidak mengambil keputusan secara terburu-buru.
- Sebelum menerima pekerjaan. Pertimbangkan gaji, tanggung jawab, jarak perjalanan, dan kesempatan berkembang sebelum menyetujui tawaran.
- Sebelum berbicara. Pikirkan dampak perkataan terhadap perasaan orang lain agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
- Sebelum mengambil keputusan besar. Pertimbangkan manfaat, risiko, serta konsekuensi jangka panjang agar tidak menyesal di kemudian hari.
Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa nasihat leluhur Sunda ini masih relevan untuk menghadapi berbagai persoalan masa kini.
Pesan moral yang terkandung
Ada tiga pesan utama dari paribasa Kudu Seubeuh Méméh Dahar, Kudu Nepi Méméh Indit.
Pertama, jangan bertindak gegabah. Keinginan untuk segera mencapai tujuan sebaiknya diimbangi dengan perencanaan yang baik.
Kedua, biasakan memperhitungkan risiko. Setiap keputusan memiliki konsekuensi. Memikirkan kemungkinan yang akan terjadi membantu kita mempersiapkan diri.
Ketiga, belajar bertanggung jawab atas pilihan sendiri. Keputusan yang dipertimbangkan dengan matang dapat membantu seseorang bertindak lebih bijaksana dan siap menghadapi hasilnya.
Relevansinya dalam kehidupan sekarang
Di tengah kehidupan yang serba cepat, orang terkadang mengambil keputusan karena terburu-buru, terbawa emosi, atau mengikuti keinginan sesaat. Akibatnya, keputusan tersebut justru dapat menimbulkan masalah baru.
Paribasa ini mengingatkan bahwa setiap langkah sebaiknya disertai pertimbangan. Bukan berarti seseorang harus takut mencoba hal baru, melainkan perlu memahami tujuan dan risiko sebelum memulai.
Editor : Dede Imran