SUKABUMIUPDATE.com - Sholawat Munjiyat merupakan salah satu bacaan sholawat yang populer di kalangan umat Islam, khususnya dalam tradisi zikir dan doa di lingkungan pesantren.
Sholawat ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan dari berbagai kesulitan dan musibah, dipenuhi kebutuhan, diampuni dari keburukan, serta diangkat derajatnya di dunia dan akhirat.
Mengutip dari laman NU Online, kata munjiyat berasal dari bahasa Arab yang bermakna penyelamat.
Karena kandungan doanya, sholawat ini kerap diamalkan oleh umat Islam ketika berdoa, memohon pertolongan, maupun berharap mendapatkan kebaikan dalam kehidupan.
Baca Juga: Waraas CampGround Pangalengan, Pilihan Berkemah Tepi Sungai untuk Menikmati Akhir Pekan
Berikut bacaan Sholawat Munjiyat lengkap dengan tulisan Arab, latin, terjemahan bahasa Indonesia, sejarah, dan keutamaannya.
Bacaan Sholawat Munjiyat
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ
Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammadin shalātan tunjīnā bihā min jamī‘il-ahwāli wal-āfāt, wa taqdhī lanā bihā jamī‘al-hājāt, wa tuthahhirunā bihā min jamī‘is-sayyi’āt, wa tarfa‘unā bihā ‘indaka a‘lad-darajāt, wa tuballighunā bihā aqshal-ghāyāti min jamī‘il-khairāti fil-hayāti wa ba‘dal-mamāt.
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sholawat itu Engkau menyelamatkan kami dari segala keadaan yang menakutkan dan segala musibah; Engkau memenuhi segala kebutuhan kami; Engkau menyucikan kami dari segala keburukan; Engkau mengangkat kami ke derajat yang paling tinggi di sisi-Mu; dan Engkau menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dari segala kebaikan, baik dalam kehidupan maupun setelah kematian.”
Baca Juga: Ada 59 Ribu Santri di Kabupaten Sukabumi, Kelima Terbanyak di Jabar
Sejarah Sholawat Munjiyat
Menurut kisah yang dikutip dalam kitab Al-Fajr al-Munir fi as-Shalat ala al-Basyir wa an-Nadzir, Sholawat Munjiyat berkaitan dengan pengalaman seorang ulama bernama Syekh Shalih Musa ad-Dlarir, yang dikenal sebagai tokoh dalam Tarekat Syadziliyah.
Dikisahkan bahwa ketika sedang berada di kapal, ia dan penumpang lainnya menghadapi badai besar yang mengancam keselamatan mereka. Dalam tidurnya, ia bermimpi bertemu Rasulullah SAW yang mengajarkan bacaan sholawat tersebut.
Setelah terbangun, ia menyampaikan bacaan itu kepada para penumpang kapal. Mereka kemudian membacanya bersama-sama dan, menurut kisah tersebut, badai pun mereda atas izin Allah SWT.
Perlu dipahami bahwa kisah tersebut merupakan riwayat dalam literatur keagamaan tentang pengalaman spiritual seorang ulama, bukan hadis sahih yang secara langsung membuktikan bahwa bacaan tersebut pasti menyelamatkan seseorang dari setiap musibah.
Keutamaan Sholawat Munjiyat
Sholawat Munjiyat mengandung sejumlah permohonan kebaikan yang dapat menjadi pengingat dan sarana berdoa kepada Allah SWT. Berikut beberapa keutamaan yang dapat dipahami dari
kandungan bacaannya dan dalil umum tentang sholawat.
- Memohon perlindungan dari musibah dan kesulitan
- Menjadi sarana memohon agar hajat terpenuhi
- Memohon penyucian diri dari keburukan
- Memohon derajat yang tinggi di sisi Allah
- Memohon kebaikan di dunia dan akhirat
- Memperoleh pahala dari amalan bersholawat
Itulah imformasi seputar Sholawat Munjiyat yang dapat diamalkan dalam berbagai kesempatan terutama setelah melaksanakan sholat fardhu lima waktu.
Editor : Dede Imran