SUKABUMIUPDATE.com - Paribasa Sunda “Jauh Dijugjug Anggang Diteang” menggambarkan kesungguhan seseorang dalam mencari, mengunjungi, atau menemui sesuatu maupun seseorang, meskipun tempatnya jauh dan sulit dijangkau.
Ungkapan ini berkaitan dengan sikap pantang menyerah, ketekunan, dan besarnya usaha seseorang untuk mencapai tujuan atau memenuhi keinginannya.
Secara bahasa, paribasa ini dapat diuraikan menjadi dua bagian yaitu “jauh dijugjug” yang artinya tempat yang jauh tetap didatangi atau ditempuh.
Baca Juga: Ratusan Santri di Palabuhanratu Sukabumi Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 100 Meter
Serta “anggang diteang” yang artinya sesuatu atau seseorang yang berada jauh tetap dicari atau didatangi.
Jika digabungkan, Jauh Dijugjug Anggang Diteang memiliki makna bahwa seseorang bersedia menempuh jarak yang jauh dan menghadapi kesulitan demi menemukan, menemui, atau mendapatkan sesuatu yang dianggap penting.
Ungkapan ini menekankan besarnya usaha dan kesungguhan seseorang. Jarak dan kesulitan bukan menjadi alasan untuk berhenti berusaha.
Makna dan pesan moral
Dalam kehidupan masyarakat Sunda, paribasa ini dapat digunakan untuk menggambarkan orang yang memiliki tekad kuat dalam mencapai tujuan.
Seseorang tidak mudah menyerah hanya karena harus menempuh perjalanan panjang atau menghadapi berbagai rintangan.
Baca Juga: Situ Cipiit Sukabumi hingga Situ Sarkanjut di Garut Terdampak Kemarau Panjang
Maknanya juga bisa berkaitan dengan hubungan antar manusia. Misalnya, seseorang rela melakukan perjalanan jauh untuk menjenguk kerabat, menemui sahabat lama, atau mencari orang yang sudah lama tidak berjumpa dengannya.
Pesan moral yang dapat diambil dari ungkapan ini adalah pentingnya kesungguhan, ketekunan, dan kemauan untuk berusaha demi sesuatu yang bernilai. Ketika memiliki tujuan yang jelas, seseorang perlu menunjukkan usaha nyata dan tidak mudah menyerah sebelum mencapainya.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari
Berikut beberapa contoh penggunaan paribasa Jauh Dijugjug Anggang Diteang dalam kehidupan sehari-hari.
1. Mencari ilmu
Seorang pemuda dari kampung rela merantau ke kota lain untuk melanjutkan pendidikan. Ia harus menempuh perjalanan jauh, meninggalkan keluarga, dan menghadapi berbagai tantangan demi memperoleh ilmu dan meraih cita-citanya.
2. Menjaga silaturahmi
Seseorang bersedia menempuh perjalanan berjam-jam untuk mengunjungi kerabat yang sudah lama tidak bertemu. Meskipun jaraknya jauh, ia tetap datang karena ingin menjaga hubungan kekeluargaan.
3. Mencari seseorang
Seseorang berusaha mendatangi berbagai tempat untuk menemui sahabat lamanya yang telah lama kehilangan kontak. Ia terus berusaha karena pertemuan tersebut sangat berarti baginya.
Ketiga contoh tersebut menggambarkan kesungguhan seseorang dalam melakukan usaha, meskipun harus menghadapi jarak dan kesulitan.
Editor : Dede Imran