SUKABUMIUPDATE.com - Istilah pick me semakin sering digunakan dalam percakapan sehari-hari dan media sosial. Istilah ini biasanya merujuk pada seseorang yang berusaha mendapatkan perhatian, penerimaan, atau pengakuan dengan menampilkan diri sebagai sosok yang berbeda dari orang lain.
Perilaku pick me kerap dikaitkan dengan keinginan untuk terlihat istimewa di mata orang lain, terutama dengan cara mencari persetujuan atau merendahkan orang lain agar dirinya tampak lebih unggul. Fenomena ini dapat muncul dalam pertemanan, hubungan romantis, maupun lingkungan sosial lainnya. Lantas, apa saja ciri-ciri orang dengan perilaku pick me yang perlu diketahui?
1. Selalu Ingin Terlihat Berbeda dari Orang Lain
Salah satu perilaku yang sering dikaitkan dengan pick me adalah keinginan untuk menonjolkan diri sebagai sosok yang berbeda. Orang tersebut mungkin berusaha menunjukkan bahwa dirinya tidak seperti kebanyakan orang agar terlihat lebih menarik atau istimewa.
Padahal, memiliki selera, hobi, atau pandangan yang berbeda merupakan hal yang wajar. Perilaku menjadi bermasalah ketika perbedaan itu digunakan untuk merendahkan orang lain atau mencari pengakuan.
Baca Juga: Mengenal Cuka Apel: Manfaat, Kandungan, dan Cara Mengkonsumsinya
2. Sering Merendahkan Orang Lain demi Mendapatkan Pujian
Perilaku lain yang kerap diasosiasikan dengan pick me adalah membandingkan diri dengan orang lain untuk memperoleh perhatian atau penerimaan. Pola semacam ini bukan sekadar menunjukkan perbedaan selera, tetapi juga dapat memperlihatkan upaya membangun citra diri dengan menjatuhkan orang lain.
Seseorang tetap bisa memiliki preferensi pribadi tanpa harus menganggap pilihan orang lain lebih buruk daripada pilihannya sendiri.
3. Terlalu Bergantung pada Pengakuan Orang Lain
Mendapatkan pujian dan penerimaan merupakan kebutuhan sosial yang wajar. Namun, ketika penilaian orang lain menjadi satu-satunya tolok ukur harga diri, seseorang dapat merasa perlu terus-menerus mencari pengakuan.
Dalam konteks perilaku pick me, hal ini bisa terlihat ketika seseorang berulang kali berusaha membuktikan bahwa dirinya paling menarik, paling pengertian, atau paling berbeda agar mendapat perhatian.
4. Sering Mengatakan, "Aku Tidak Seperti yang Lain"
Pernyataan seperti "aku tidak seperti perempuan lain" atau "aku berbeda dari laki-laki kebanyakan" sering muncul dalam pembahasan mengenai pick me.
Kalimat tersebut tidak otomatis menunjukkan perilaku negatif. Seseorang memang bisa memiliki karakter, kebiasaan, atau nilai hidup yang berbeda dari lingkungannya.
Namun, pernyataan itu dapat menjadi bagian dari perilaku pick me apabila digunakan berulang kali untuk mendapatkan persetujuan, menarik perhatian, atau membangun kesan bahwa dirinya lebih baik daripada kelompok tertentu.
5. Berusaha Menyenangkan Orang Lain agar Disukai
Sebagian orang mungkin mengubah sikap atau pendapatnya demi mendapatkan penerimaan dari orang yang ingin mereka dekati. Mereka berusaha terlihat sebagai sosok yang paling cocok, paling pengertian, atau paling mudah diajak bergaul.
Dalam situasi tertentu, perilaku ini bisa berkaitan dengan keinginan untuk diterima dan menghindari penolakan. Akan tetapi, kebiasaan menyenangkan orang lain atau people-pleasing tidak sama persis dengan perilaku pick me.
Baca Juga: Bobotoh di Bacok Hingga Tewas Usai Laga Persib di Bogor, Pelaku Diringkus di Rumah Mertua
6. Sering Mencari Perhatian dalam Pergaulan
Keinginan untuk diperhatikan merupakan hal yang manusiawi. Setiap orang memiliki kebutuhan untuk merasa diterima dan dianggap penting dalam lingkungannya.
Namun, perilaku dapat menjadi tidak sehat ketika seseorang terus-menerus berusaha menjadi pusat perhatian, terutama dengan membandingkan dirinya dengan orang lain atau mengalihkan perhatian dari pencapaian orang lain kepada dirinya sendiri.
7. Sulit Menerima Ketika Orang Lain Tidak Memilihnya
Ciri lain yang terkadang dikaitkan dengan perilaku pick me adalah kesulitan menerima ketika tidak mendapatkan perhatian atau pengakuan yang diinginkan.
Seseorang mungkin merasa kecewa ketika orang yang ingin ia dekati justru memilih orang lain. Perasaan kecewa itu sendiri merupakan respons yang wajar.
Namun, situasi dapat menjadi tidak sehat apabila kekecewaan tersebut mendorongnya merendahkan orang yang dipilih, menyalahkan orang lain, atau berusaha menjatuhkan pihak yang dianggap sebagai saingan.Perilaku pick me sering dikaitkan dengan keinginan untuk mendapatkan perhatian, penerimaan, dan pengakuan. Ciri-cirinya dapat terlihat dari kebiasaan menonjolkan diri, merendahkan orang lain demi pujian, hingga sulit menerima ketika tidak mendapatkan perhatian yang diharapkan.
Baca Juga: Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Kylian Mbappe dan Lamine Yamal
Sumber: Berbagai Sumber
Editor : Silvi Maharani