SUKABUMIUPDATE.com - Budidaya tanaman cabai baik cabai besar, keriting maupun cabai rawit memiliki banyak tantangan terutama saat musim hujan.
Musim hujan dengan curah hujan tinggi dan kelembapan udara yang meningkat dapat membuat tanaman cabai lebih rentan terserang penyakit.
Kondisi tanah yang terlalu basah, genangan air, serta percikan air hujan juga dapat membantu penyebaran patogen, terutama jamur dan bakteri.
Ada beberapa penyakit yang perlu diwaspadai petani cabai selama musim hujan. Berikut daftarnya beserta gejala yang mudah dikenali.
Baca Juga: Dari Perbukitan hingga Air Terjun, Ini 6 Wisata Dekat Gerbang Tol Bocimi Cibolang Kaler
1. Antraknosa (Patek)
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. dan menjadi salah satu ancaman serius bagi petani cabai ketika musim hujan.
Gejala penyakit ini yaitu akan muncul bercak cokelat kehitaman pada buah, kemudian melebar, cekung, dan menyebabkan buah membusuk. Buah yang terserang biasanya tidak layak dijual.
Kelembapan tinggi dan percikan air hujan dapat membantu penyebaran spora jamur penyebab antraknosa.
2. Busuk Batang dan Busuk Buah Phytophthora
Penyakit ini disebabkan oleh patogen Phytophthora capsici yang berkembang baik dalam kondisi basah dan lembap.
Batang mengalami pembusukan, muncul bercak gelap seperti luka, tanaman layu, bahkan mati. Serangan juga dapat menyebabkan daun dan buah membusuk.
Penyakit ini patut diwaspadai terutama pada lahan yang memiliki drainase buruk atau sering tergenang air.
Baca Juga: Gerebek Gudang Miras Oplosan di Citamiang Kota Sukabumi, Polisi Sita 75 Liter dari Ratusan Botol
3. Bercak Daun Cercospora
Penyakit bercak daun dapat disebabkan oleh jamur Cercospora capsici. Cirinya akan muncul bercak berbentuk bulat pada daun dengan bagian tengah berwarna abu-abu dan tepian kecokelatan. Jika serangan semakin parah, daun menguning dan berguguran.
4. Layu Fusarium
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium sp. yang menyerang jaringan pembuluh tanaman. Daun tanaman mulai menguning dan layu, biasanya dari bagian bawah, kemudian menjalar ke bagian atas.
Pada kondisi berat, seluruh tanaman dapat mati. Jaringan pembuluh pada batang atau akar dapat berubah kecokelatan.
5. Layu Bakteri
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Jika terserang, tanaman tiba-tiba layu meskipun daunnya masih terlihat hijau. Layu dapat menjalar ke seluruh bagian tanaman hingga akhirnya mati.
6. Busuk Lunak Bakteri
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri pembusuk yang dapat menyerang jaringan tanaman, termasuk buah cabai. Bagian buah yang terinfeksi menjadi basah, lunak, dan membusuk. Pada kondisi tertentu, pembusukan disertai bau tidak sedap.
7. Rebah Kecambah
Penyakit ini menyerang tanaman cabai yang masih berada di persemaian. Beberapa patogen penyebabnya antara lain Pythium dan Rhizoctonia. Pangkal batang bibit menjadi busuk, mengecil, kemudian tanaman roboh dan mati.
8. Virus Kuning (Gemini Virus)
Penyakit ini disebabkan oleh kelompok virus begomovirus dan umumnya ditularkan melalui serangga kutu kebul. Daun berubah menjadi kuning, ukurannya mengecil, menggulung, dan pertumbuhan tanaman terhambat. Tanaman yang terserang berat bisa gagal menghasilkan buah secara optimal.
Perlu diketahui, virus kuning tidak disebabkan langsung oleh air hujan. Namun, penyakit ini tetap perlu diwaspadai karena dapat menyerang tanaman cabai sepanjang musim tanam.
Cara mencegah penyakit cabai saat musim hujan
Beberapa langkah yang dapat dilakukan petani untuk mengurangi risiko serangan penyakit antara lain:
- Memperbaiki drainase lahan: Buat saluran pembuangan air agar tidak terjadi genangan di sekitar tanaman.
- Mengatur jarak tanam: Hindari penanaman terlalu rapat supaya sirkulasi udara berjalan baik.
- Menggunakan mulsa: Mulsa dapat membantu mengurangi percikan tanah dan air hujan ke bagian tanaman.
- Melakukan sanitasi kebun: Segera singkirkan buah, daun, dan tanaman yang terserang penyakit agar sumber infeksi tidak menyebar.
- Menggunakan bibit sehat: Pilih benih dan bibit yang bebas dari patogen.
- Melakukan pemantauan rutin: Periksa kondisi daun, batang, akar, dan buah, terutama setelah hujan deras.
Itulah beberapa penyakit yang biasa menyerang tanaman cabai di musim hujan dan harus diwaspadai petani karena bisa menyebabkan kegagalan panen.
Editor : Dede Imran