Sukabumi Update

10 Golongan Manusia yang Tidak Akan Masuk Surga, Pengadu Domba Hingga Penjilat Penguasa

Ilustrasi - Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai 10 golongan umat yang tidak akan masuk surga. (Sumber : Freepik.com/@Sketchepedia)

SUKABUMIUPDATE.com - Surga merupakan balasan yang dijanjikan Allah SWT bagi hamba-Nya yang beriman dan senantiasa menjalankan perintah-Nya.

Namun, dalam sejumlah hadits, Rasulullah SAW memberikan peringatan tentang golongan manusia yang terancam tidak masuk surga karena perbuatan dan perilakunya.

Peringatan tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam agar menjauhi sifat tercela, menjaga akhlak, serta tidak merugikan orang lain.

Baca Juga: 8 Film Horor Indonesia 2026 yang Tayang di Netflix, Cocok Ditonton saat Halloween

Menurut riwayat yang bersumber dari sahabat Ibnu Abbas RA yang sering disebutkan dalam kitab-kitab nasihat seperti Nashaihul 'Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai 10 golongan umat yang tidak akan masuk surga (kecuali jika mereka mau bertobat).

Ibnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertaubat. Mereka itu adalah al-qalla’, al-jayyuf, al-qattat, ad-daibub, ad-dayyus, sohibul arthabah, sohibul qubah, al-‘utul, az-zanim, dan al-‘aq li walidaih.

Dan berikut kesepuluh golongan manusia tersebut’

1. Al-Qalla

Orang yang menjadi penjilat, suka mencari muka dan mondar-mandir kepada penguasa demi menyampaikan laporan yang batil dan palsu.

2. Al-Jayyuf

Orang yang suka menggali kuburan orang lain untuk mencuri kain kafan jenazah.

3. Al-Qattat / Al-Qattaf

Orang yang suka mengadu domba, menyebarkan fitnah, serta membocorkan rahasia atau ucapan orang lain untuk merusak hubungan sesama.

4. Ad-Daibub

Orang yang bertindak sebagai mucikari, germo, atau perantara yang mempermudah terjadinya perzinaan dan pelacuran.

5. Ad-Dayyuts

Kepala keluarga atau suami yang hilang rasa cemburunya, yaitu membiarkan atau tidak peduli saat istri atau anak perempuannya bermaksiat dan bergaul bebas dengan lelaki lain.

6. Shahibul Arthabah / 'Athabah

Orang yang memainkan alat musik tiup/pukul besar secara melalaikan (sebagian ulama mengartikannya sebagai penabuh genderang besar untuk hiburan maksiat).

7. Shahibul Qubah

Orang yang memainkan alat musik gendang kecil atau kecapi yang digunakan untuk mengiringi perbuatan maksiat dan melalaikan ibadah.

8. Al-'Utul

Orang yang berwatak kasar, keras kepala dalam keburukan, sombong, dan sama sekali tidak mau memaafkan kesalahan orang lain saat mereka meminta maaf.

9. Az-Zanim

Orang yang suka duduk-duduk di pinggir jalan untuk menggunjing (ghibah), mencela, dan membicarakan aib orang lain yang lewat di depannya.

10. Al-'Aq Li Walidaih

Anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, baik melalui ucapan kasar maupun perbuatan yang menyakiti hati mereka.

Editor : Dede Imran

Tags :
BERITA TERKAIT