Sukabumi Update

Cara Membedakan Uang Asli dan Palsu, Kenali Ciri-Cirinya Sebelum Tertipu

Ilustrasi, Cara Membedakan Uang Asli dan Palsu, Kenali Ciri-Cirinya Sebelum Tertipu (Sumber : Freepik/@magnific)

SUKABUMIUPDATE.com - Uang tunai masih banyak digunakan dalam berbagai transaksi sehari-hari. Namun, masyarakat perlu tetap waspada terhadap peredaran uang palsu yang dapat merugikan siapa saja, terutama ketika menerima uang dalam kondisi terburu-buru atau kurang teliti.

Salah satu cara untuk mengenali keaslian uang rupiah adalah dengan menerapkan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Metode ini diperkenalkan oleh Bank Indonesia sebagai panduan sederhana agar masyarakat dapat memeriksa ciri keaslian uang rupiah. Lantas, bagaimana cara membedakan uang asli dan palsu? Berikut beberapa ciri yang bisa diperhatikan.

1. Perhatikan gambar dan warna uang

Langkah pertama adalah melihat tampilan uang secara saksama. Uang rupiah asli memiliki gambar utama, lambang negara, angka nominal, serta warna yang dicetak dengan detail.

Perhatikan apakah gambar terlihat jelas, tidak buram, dan tidak mudah luntur. Pada uang asli, desain dan perpaduan warnanya juga tampak konsisten sesuai dengan pecahan yang diterbitkan Bank Indonesia.

Sebaliknya, uang palsu terkadang memiliki gambar yang kurang tajam, warna yang terlihat berbeda, atau detail cetakan yang tidak rapi. Meski demikian, tampilan visual saja tidak cukup untuk memastikan keaslian uang.

Baca Juga: 7 Makanan yang Mengandung Magnesium untuk Membantu Menjaga Fungsi Otot

2. Raba permukaan uang

Uang rupiah asli memiliki bagian cetakan yang terasa kasar atau timbul pada area tertentu. Tekstur ini dapat ditemukan, antara lain, pada gambar utama, angka nominal, dan tulisan tertentu.

Coba raba permukaan uang menggunakan ujung jari. Pada uang asli, bagian cetakan tersebut umumnya terasa lebih jelas dibandingkan permukaan kertas biasa.

Jika seluruh permukaan terasa terlalu licin, datar, atau tidak memiliki tekstur yang semestinya, masyarakat perlu lebih berhati-hati dan melakukan pemeriksaan lanjutan.

3. Terawang uang ke arah cahaya

Cara berikutnya adalah menerawang uang dengan mengarahkannya ke sumber cahaya. Uang rupiah asli memiliki tanda air atau watermark berupa gambar pahlawan dan electrotype berupa ornamen tertentu yang dapat terlihat ketika diterawang.

Selain itu, terdapat unsur pengaman lain yang dapat terlihat melalui pencahayaan. Detailnya bisa berbeda sesuai pecahan dan tahun emisi uang rupiah.

Karena itu, masyarakat sebaiknya membandingkan uang yang diterima dengan contoh ciri keaslian dari Bank Indonesia.

4. Perhatikan benang pengaman

Pada pecahan rupiah tertentu, terdapat benang pengaman yang tertanam di dalam uang. Unsur ini menjadi salah satu ciri yang dapat membantu mengenali keaslian uang.

Perhatikan posisi dan tampilannya. Pada beberapa pecahan, benang pengaman dapat terlihat berubah warna atau menunjukkan karakteristik tertentu ketika uang dilihat dari sudut berbeda. Namun, jangan hanya mengandalkan satu unsur pengaman. Periksa juga tekstur, gambar, dan tanda lainnya.

Baca Juga: Tak Hanya Menghangatkan, Ini Ragam Minuman Tradisional yang Cocok Diminum Saat Hujan

5. Periksa perubahan warna pada unsur tertentu

Beberapa pecahan uang rupiah memiliki unsur pengaman berupa tinta yang dapat berubah warna ketika dilihat dari sudut tertentu. Efek ini dikenal sebagai optically variable ink (OVI).

Ketika uang dimiringkan, bagian tertentu dapat memperlihatkan perubahan warna sesuai karakteristik desainnya.

Ciri tersebut tidak selalu terdapat pada semua pecahan uang. Oleh karena itu, pemeriksaan perlu disesuaikan dengan jenis dan tahun emisi rupiah yang diterima.

6. Gunakan alat bantu jika diperlukan

Selain pemeriksaan secara langsung, masyarakat dapat menggunakan alat bantu seperti kaca pembesar atau lampu ultraviolet untuk melihat detail unsur pengaman tertentu.

Meski demikian, alat bantu bukan satu-satunya penentu keaslian uang. Pemeriksaan sebaiknya tetap mengacu pada karakteristik resmi yang ditetapkan Bank Indonesia.

Masyarakat juga dapat membandingkan uang yang diragukan dengan uang rupiah lain yang diyakini asli dan memiliki pecahan serta tahun emisi yang sama.

Membedakan uang asli dan palsu dapat dimulai dengan menerapkan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Perhatikan detail gambar, tekstur cetakan, tanda air, benang pengaman, serta unsur pengaman lainnya.

Dengan membiasakan diri memeriksa uang sebelum menerima atau menggunakannya, masyarakat dapat mengurangi risiko menjadi korban peredaran uang palsu. Jika menemukan uang yang mencurigakan, jangan mengedarkannya kembali dan segera minta pemeriksaan melalui bank atau Bank Indonesia.

Baca Juga: Hadiri Sidang Roy Suryo di PN Jaktim, Jokowi Siap Tunjukkan Ijazahnya dari SD hingga S1

Sumber: Bank Indonesia

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT