SUKABUMIUPDATE.com - Fiersa Besari kembali menyapa pendengar nya lewat lagu berjudul Tulang Punggung, sebuah karya yang jauh dari hiruk-pikuk romansa, namun justru terasa lebih dekat dengan realitas hidup banyak orang. Lagu ini menjadi refleksi tentang tanggung jawab, kerja keras, dan pengorbanan seseorang yang memikul peran sebagai penopang keluarga.
Berbeda dari lagu cinta yang sering mendominasi tangga lagu, Tulang Punggung hadir dengan nuansa yang lebih tenang, jujur, dan emosional, khas Fiersa Besari yang dikenal lewat lirik-lirik reflektif.
Baca Juga: Disdukcapil Sukabumi Perluas Akses Layanan Administrasi Melalui Program 'Saling Sapa'
Lirik Tulang Punggung - Fiersa Besari
Kerja banting tulang sampai lelah
Kadang tak bisa pulang ke rumah
Jangankan punya harta melimpah
Segini juga Alhamdulillah
Berikan sehari lagi, Sayang
Besok kita pergi senang-senang
Beli barang-barang yang kau mau
Beban pundakku tak perlu kau tahu
Maafkan aku, belum bisa
Membuatmu bahagia seperti cita-cita kita
Namun katamu tak mengapa
Suka duka, kita lalui bersama
Jaga diri agar tetap waras
Karena hidup ini sungguh keras
Tak mampu berharap berlebihan, yang penting
Keluarga tidak kelaparan
Baca Juga: Ayep Zaki: Jalan Rusak di Kota Sukabumi Diperbaiki Tahun Ini Menggunakan PAD
Maafkan aku, belum bisa
Membuatmu bahagia seperti cita-cita kita
Namun katamu tak mengapa
Suka duka, kita lalui bersama
Bangun tengah malam tuk ibadah
Diam-diam mata ini basah
Bisa melihatmu tidur lelap, Sayang
Membuat aku tetap berjuang
Dalam tubuh yang sehat
Jiwa belum tentu kuat
Berusaha ceria
Walau tak bisa cerita
Bertahanlah satu hari lagi
Baca Juga: Cari Korban Terseret Ombak, Pantai Sunset Cisolok Disterilkan dan Dipasangi Garis Polisi
Tulang Punggung menggambarkan sosok yang setiap hari bangun lebih awal, bekerja tanpa banyak keluhan, dan pulang dengan lelah yang sering kali tak sempat diceritakan. Lagu ini menjadi simbol bagi mereka yang berjuang dalam diam, tanpa sorotan, tanpa tepuk tangan, namun memegang peran penting dalam keberlangsungan keluarga.
Lewat liriknya, Fiersa menyoroti realitas bahwa tidak semua perjuangan perlu diumumkan. Ada tanggung jawab yang dijalani bukan karena ingin dipuji, melainkan karena cinta dan kewajiban.
Baca Juga: Ada Penurunan Wisatawan di Nataru 2026, Dispar Sukabumi Sebut Faktor Cuaca Berpengaruh
Sumber: Spotify
Editor : Silvi Maharani