SUKABUMIUPDATE.com - Lagu Iqro yang dipopulerkan oleh Raim Laode menjadi salah satu lagu yang banyak menyentuh hati pendengarnya. Bukan sekadar lagu religi biasa, Iqro hadir sebagai refleksi spiritual yang puitis mengajak kita merenungi kebesaran alam semesta, mengenal diri sendiri, hingga menemukan makna hidup yang sebenarnya.
Lewat lirik yang sederhana namun dalam, lagu ini seolah menjadi perjalanan batin seseorang yang terpesona pada ciptaan Allah, namun juga merasa malu atas kesombongan diri sebagai manusia.
Baca Juga: Lirik Ketika Tangan dan Kaki Berkata: Lagu Religi Chrisye Kini Hadir Kembali Bersama Cakra Khan
Lirik Lagu Iqro - Raim Laode
Bintang bintang dan pepohonan
Kedua bersujud pada-Nya
Masih kukagum tentang langit
Kokoh nan tinggi tak bertiang
Siapakah aku sebenarnya
Hanya atom yang kecil besar sombongnya
Sampai di masa ini
ku masih mencari
tentang arti dunia
yang ramai nan sunyi
Bantu aku berjalan menuju cahaya
Lalu aku berjanji menjadi yang baik
Semua Kau cipta berpasang
Sebab hanya Engkau yang satu
Seluruh bima sakti sujud
Tak ada satu pun yang luput
Siapakah aku sebenarnya
Baca Juga: Lirik Lagu BANG BANG IVE, Pra-Rilis yang Tunjukkan Percaya Diri
Hanya atom yang kecil besar sombongnya
Sampai di masa ini
ku masih mencari
tentang arti dunia
yang ramai nan sunyi
Bantu aku berjalan menuju cahaya
Lalu aku berjanji menjadi yang baik
Baru aku mengerti
ternyata bahagia
bukan perkara nanti tetapi sekarang
Harta paling berharga
bukanlah materi
Tetapi tentang waktu
tak bisa kutahan..
Baca Juga: Lirik Lagu Dracula (Jennie Remix) Tame Impala feat Jennie BLACKPINK
Makna Lagu Iqro Raim Laode
Makna lagu Iqro karya Raim Laode menggambarkan perjalanan batin seseorang yang takjub melihat kebesaran alam semesta seperti bintang, langit, dan pepohonan yang tunduk kepada Sang Pencipta, hingga menyadarkannya bahwa manusia sebenarnya hanyalah makhluk kecil yang sering terjebak dalam kesombongan. Dari kekaguman itu muncul pencarian tentang arti hidup di dunia yang terasa ramai namun sunyi, lalu berubah menjadi doa agar diberi petunjuk menuju cahaya kebenaran dan menjadi pribadi yang lebih baik. Pada akhirnya, lagu ini menyampaikan pesan mendalam bahwa kebahagiaan sejati bukan tentang menunggu masa depan, melainkan mensyukuri hari ini, serta mengingatkan bahwa harta paling berharga bukan materi, tetapi waktu yang terus berjalan dan tak bisa diulang.
Baca Juga: Lirik Lagu 2 Manusia dari Maudy Ayunda: OST Perahu Kertas
Sumber: Youtube Raim Laode
Editor : Silvi Maharani