Sukabumi Update

4 Lagu Underrated Perunggu yang Wajib Masuk Playlist Kamu

Maul, Adam dan Ildo tengah memperkenalkan album terbaru Perunggu "Dalam Dinamika" (Sumber: Instagram/@perunggu_)

SUKABUMIUPDATE.com - Perunggu merupakan grup band beraliran pop rock yang berasal dari Bandung. Band ini dibentuk oleh Adam Adenan sebagai vokalis, Ildo Hasman pada bass, dan Maul Ibrahim sebagai drummer. Ketiganya menjadi ruh kreatif di balik karya Perunggu sejak band ini terbentuk pada 2019. 

Dalam perjalanannya di industri musik Indonesia, Perunggu telah merilis dua album studio, yaitu Memorandum (2022) dan Dalam Dinamika (2025). Selain itu, mereka juga merilis album mini Pendar (2020) yang menjadi salah satu langkah awal perjalanan musikal band tersebut.

Para pendengar Perunggu umumnya sudah akrab dengan sejumlah lagu populer seperti “33x”, “Gemilang”, “Ini Abadi”, “Kalibata 2012”, “Tapi”, dan “Pastikan Riuh Akhiri Malammu”. Jika melihat top chart di platform streaming musik seperti Spotify, lagu “33x” masih menjadi salah satu karya paling populer dari Perunggu dengan jumlah pemutaran yang telah melampaui 115 juta kali.

Baca Juga: Dihadiri Keluarga dan Sahabat, Suasana Duka Selimuti Prosesi Pemakaman Vidi Aldiano

Lagu tersebut konon terinspirasi dari pengalaman pribadi Adam Adenan yang menggambarkan perasaan seseorang ketika hubungannya dengan orang yang dicintai tidak berjalan seperti yang diharapkan. Nuansa emosional itu terasa kuat melalui lirik seperti “Sebutlah nama-Nya, tetap di jalan-Nya, kelak kau mengingat, kau akan teringat.”

Meski beberapa lagu Perunggu telah dikenal luas oleh pendengar, masih ada sejumlah karya mereka yang tergolong underrated atau kurang mendapat sorotan. Padahal, lagu-lagu tersebut menyimpan makna yang dalam dan pesan emosional yang kuat di setiap liriknya. 

Baca Juga: Cap Go Meh Vihara Widhi Sakti Sukabumi 2026 Tanpa Arak-arakan Joli dan Barongsai

Berikut 4 lagu underrated Perunggu; 

1. Membelah Belantara (Memorandum)

Lagu menggambarkan perjalanan hidup seseorang di tengah upaya bertahan dalam situasi sulit sembari menemukan arah hidup. Secara judul yang bersifat metaforis “Membelah” berarti berusaha untuk melewati semua rintangan yang menghadang. Sementara, “Belantara” menggambarkan kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan kerumitan. 

Pelan tertatih 

Bawaku keluar dari sini 

Tradisi tak selamanya berisi

Bersama bangunkan semua ambisi

Melawan tanpa mencabik

2. Prematur (Memorandum)

Prematur menjelaskan makna mengenai suatu penyesalan yang telah dilakukan dan seseorang perlu menerimanya terlebih dahulu sebelum melakukan refleksi atau intropeksi diri terhadap tindakannya di masa lalu. Selain itu, pengambilan keputusan antara hati dan logika perlu dipertimbangkan secara matang. 

Dibuai alasan yang manja 

Belakangan kau terlihat segar 

Rumitkan yang t'lah sederhana 

Hilangnya sentuhan yang lama

-

Usah kau ulang (Detik yang t’lah lalu hilang)

Usai kau cari (Pujian tak lagi indah)

Tatap acuan (Semua kau yang tentukan)

Bukakan jalan

Baca Juga: Pep Guardiola Terancam Skorsing Usai Protes Wasit di Laga Manchester City vs Newcastle

3. Pasti Ada Jalan 

Lagu ini merupakan kolaborasi antara Perunggu dan Gojek yang memiliki sudut pandang mengenai semangat pantang menyerah dalam menghadapi persoalan hidup dalam sehari-hari. Selain itu, seberat apapun permasalahan yang tengah menerpa, akan selalu ada jalan keluar, dan memberikan sudut pandang lain untuk bertahan dan yakin akan solusi. 

Selama murni niatanku, ke mana pun kutuju

Pasti ada jalan untukku

Keluhan yang lalu jadi doa baru

Pasti ada jalan untukku

4. Berita Buruk (Dalam Dinamika)

Ildo Hasman yang menjadi vokalis di lagu ini memberikan sudut pandang yang berbeda mengenai makna di setiap liriknya. Konon lagu ini dibuat untuk kabar buruk mengenai sahabat mereka yang divonis kanker. Dalam liriknya, Ildo dan rekannya yang dikabarkan meninggal tengah membuat konsep namun akhirnya urung terlaksana. 

Melansir dari indtimes.com, lagu ini semakin kaya dengan berbagai instrumen musik yang ditambahkan oleh Petra Sihombing dan Enrico selaku produser. Sentuhan tersebut menjadikannya sebagai salah satu karya paling gloomy, paling gelap, sekaligus paling eksperimental dalam album Dalam Dinamika.

Seluruh gagasan di tahun mendatang

Seketika runtuh seketika runtuh

Seluruh bayangan tentang masa depan

Seketika runtuh seketika runtuh

Sumber: dari berbagai sumber

Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid

Tags :
BERITA TERKAIT