Sukabumi Update

Skena Musik Sukabumi Makin Menggeliat, 16 Band Lokal Tampil di AMPLIFY FEST Vol. 1

Saat Skena Musik Sukabumi mengguncang di AMPLIFY FEST Vol. 1. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Gedung Juang 45 Kota Sukabumi mendadak berubah menjadi lautan energi pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026. Dentuman drum, raungan gitar, lantunan vokal, hingga sorak penonton berpadu menciptakan atmosfer pesta musik yang begitu kuat.

Malam itu, Syailendra Creative menghadirkan AMPLIFY FEST Vol. 1, sebuah perhelatan yang tidak sekadar menyuguhkan pertunjukan musik, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi musisi lokal, komunitas, dan para penikmat musik di Sukabumi.

Sejak pintu pertunjukan dibuka, antusiasme penonton langsung terasa. Sebanyak 16 band lokal silih berganti mengambil alih panggung dengan karakter, warna, dan gaya bermusik masing-masing.

Meski tampil dengan identitas berbeda, seluruh musisi membawa semangat yang sama, yakni menunjukkan bahwa skena musik Sukabumi masih memiliki denyut yang kuat dan layak mendapatkan ruang apresiasi lebih luas.

Dari satu penampilan ke penampilan berikutnya, panggung AMPLIFY FEST nyaris tak kehilangan energi. Para musisi tampil lepas dan total, seolah ingin membuktikan bahwa karya lokal tidak perlu minder untuk berdiri sejajar dan mendapatkan perhatian yang lebih besar.

Baca Juga: Nasib PPPK di Ujung Ketidakpastian, Honorer Sukabumi Desak Pemerintah Terbitkan Regulasi

Salah satu momen yang cukup mencuri perhatian malam itu datang dari Classic Vibe. Band tersebut memilih AMPLIFY FEST Vol. 1 sebagai panggung untuk memperkenalkan video klip terbaru mereka berjudul “Lelaki Jadi Jadian”.

Perilisan perdana itu mendapat sambutan hangat dari penonton. Bagi Classic Vibe, momentum tersebut bukan sekadar memperkenalkan karya baru, tetapi juga menjadi penanda bahwa musisi lokal terus bergerak, berkarya, dan mencari jalannya sendiri di tengah perkembangan industri musik.

Tak kalah menarik, sebuah kolaborasi tak biasa juga tersaji ketika Dadadali Pati bertemu dengan energi musik metal dari Angel Of Death.

Unsur tradisional dan musik keras dilebur dalam satu pertunjukan eksperimental yang menghadirkan warna berbeda di atas panggung.

Perpaduan dua karakter musik tersebut berhasil memancing respons positif dari penonton. Tepuk tangan pun pecah, menunjukkan bahwa musik mampu menjadi ruang pertemuan berbagai karakter, generasi, hingga akar budaya.

Suasana semakin semarak ketika Brian Zparta tampil sebagai bintang tamu dengan warna musiknya sendiri.

Baca Juga: Diduga Minta Uang ke Kepsek SDN 2 Sukaraja, Oknum Wartawan Sukabumi yang Tantrum

Setelah itu, energi panggung berlanjut melalui penampilan DJ Baby Khaisya dan DND. Beat elektronik, sorakan penonton, serta gerakan massa menjadi penutup yang sempurna untuk malam yang dipenuhi euforia.

Di balik kemeriahan AMPLIFY FEST Vol. 1, terselip gagasan yang lebih besar, yakni membuka ruang bagi talenta lokal agar terus tumbuh dan berkembang.

CEO PT STPI, Alberto Mahaluby, atau yang akrab disapa Abe, menilai AMPLIFY FEST merupakan bagian dari upaya memberikan panggung yang lebih luas bagi para Lokal Hero di bidang seni dan musik.

“Acara seperti ini akan terus diadakan oleh Syailendra Creative, karena kami ingin mengangkat para Lokal Hero agar memiliki ruang untuk berkarya dan berkembang. Semoga semakin banyak seniman lokal yang terus menghasilkan karya terbaiknya,” ujar Abe.

Menurutnya, AMPLIFY FEST Vol. 1 pada akhirnya bukan sekadar catatan tentang sebuah pertunjukan musik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi gambaran tentang ekosistem musik lokal yang terus tumbuh.

"Ini adalah potret tentang sebuah ekosistem yang sedang tumbuh. Tentang band-band yang terus menulis lagu. Tentang komunitas yang menjaga api skena tetap menyala. Tentang penonton yang datang bukan sekadar untuk menikmati musik, tetapi ikut memberi energi kepada mereka yang berada di atas panggung," kata Abe.

Baca Juga: Dugaan Pemerasan Kepala Sekolah, IJTI Sukabumi: Jangan Nodai Marwah Jurnalisme

Malam itu, musik seolah menjadi bahasa yang menyatukan seluruh elemen di Gedung Juang 45. Musisi, komunitas, dan penonton berada dalam satu ruang yang sama, menikmati sekaligus merayakan denyut kreativitas musik Sukabumi.

Jika musik adalah bahasa, maka malam itu Sukabumi berbicara dengan suara yang lantang.

"AMPLIFY FEST Vol. 1 mungkin baru pembuka dari cerita yang lebih panjang, yaitu bagaimana musik lokal terus menemukan panggungnya, menemukan pendengarnya, dan perlahan mengukuhkan Sukabumi sebagai salah satu titik penting dalam perjalanan musik Jawa Barat," pungkasnya.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT