TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Sukabumi Update

Pengamat Sebut Gelombang PHK Perusahaan Teknologi Akan Terus Berlanjut

Ilustrasi. Perusahaan teknologi yang merupakan induk Google yakni Alphabet melakukan PHK Massal. | Foto: Unplash/Jonny Gios

SUKABUMIUPDATE.com - Gelombang PHK belum berakhir, pasalnya ada sejumlah perusahaan teknologi yang melakukan pemangkasan jumlah karyawannya sejak awal tahun ini. Beberapa diantaranya adalah Amazon, Cripto.com, Coinbase, Microsoft, dan yang terakhir adalah raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Google.

Pengamat Ekonomi Digital dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menilai kebijakan PHK, terutama yang dilakukan perusahaan teknologi, masih akan berlanjut.

Hal tersebut, kata dia, seiring dengan kenaikan suku bunga The Fed yang agresif.

Baca Juga: Berkisah Soal Percintaan, Ini Lirik dan Terjemahan Lagu You & I - Diego Gonzalez

“The Fed juga tidak ada niatan menurunkan suku bungan acuannya,” ujar dia kepada Tempo, Sabtu (21/1/2023).

Saat pandemi Covid-19, kata Nailul, investasi di sektor digital sangat besar, dan menjadikannya sebagai salah satu sektor potensial untuk berinvestasi. Namun, ketika The Fed menaikkan suku bunga, langsung jatuh.

Akibatnya, harga saham beberapa perusahaan teknologi anjlok. “Mereka harus bertahan dengan melakukan efisiensi, salah satunya melalui PHK,” tutur Nailul.

Baca Juga: Kenali 6 Bahasa Tubuh Wanita, Tanda-Tanda Dia Jatuh Cinta Padamu

Nailul menilai, PHK yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar itu bisa disebut sebagai salah satu bentuk pelambatan ekonomi global. Penyebabnya adalah inflasi global yang relatif tinggi. “Inflasi tinggi ini direspon dengan kenaikan suku bunga acuan bank sentral. Dampaknya investasi turun,” ucap dia.

Menurut Nailul, penyebab PHK yang dilakukan perusahaan besar di sektor teknologi itu salah satu faktornya adalah karena kenaikan suku bunga The Fed yang sangat agresif dalam setahun terakhir. Kenaikan suku bunga ini menjadikan investasi semakin menurun, salah satunya di sektor digital.

Editor : Andri Somantri

Tags :
BERITA TERKAIT