Sukabumi Update

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan: Petik Pelajaran dari Peristiwa Panas Pilkada DKI Jakarta

SUKABUMIUPDATE.COM – Indonesia adalah negara besar yang komposisinya sangat unik yang dibentuk dari keberagaman. Indonesia sangat kaya suku, budaya, agama, warna kulit, kepercayaan dan bahasa. Indonesia bukanlah kesamaan, Indonesia ada karena keberagaman dan keberagaman adalah kekayaan bangsa.

Hal ini diungkap Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan dalam menyikapi kondisi panas Pra Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Ia mengingatkan generasi muda, pentingnya menjaga kebhinnekaan.

Ketua MPR RI mengungkapkan hal tersebut, saat memberi opening speech dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Tarumanegara Jakarta dengan tema Peranan Pemuda Melanjutkan Perjuangan Pahlawan Nasional Dalam Kerangka Empat Pilar Kebangsaan, di Auditorium, Gedung M, Universitas Tarumanegara Jakarta, Senin (21/11).

Saat ini kebhinnekaan rakyat Indonesia diuji, terutama menjelang penyelenggaraan Pilkada serentak di DKI Jakarta. Beberapa minggu ini, rakyat sangat khawatir dengan berbagai fenomena rusaknya rasa kebersamaan dalam keberagaman, dan munculnya sifat egosektoral yang sangat kental.

Permasalahan dan tarik menarik serta silang pendapat soal perbedaan di Indonesia seharusnya sudah selesai sejak Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Saat ini, dalam mengisi alam kemerdekaan, seluruh rakyat Indonesia harus saling mengormati perbedaan yang ada. Seluruh rakyat Indonesia apapun latar belakangnya memiliki hak dan kewajiban sama.

“260 pilkada serentak di seluruh Indonesia berhasil kita gelar dengan sukses tanpa ada masalah apa pun. Tahun 2017 nanti akan diselenggarakan 111 pilkada serentak, tapi sudah muncul masalah terutama di DKI Jakarta sebelum Pilkada dilaksanakan,” Kata Zulkifli dalam rilis Sekretariat Jenderal MPR yang diterima sukabumiupdate.com, Selasa (22/11).

Di alam demokrasi Indonesia, seharusnya sudah tidak perlu dipermasalahkan lagi siapa akan menjadi apa di mana pun. Di Indonesia, siapa pun bisa menjadi apa pun, itu adalah hak setiap warga negara. Banyak contoh pemimpin beragama Nasrani memimpin daerah mayoritas penduduknya Muslim begitu pula sebaliknya.

“Selama pemimpin itu bisa dipercaya, jujur dan memiliki kemampuan memajukan daerahnya maka harus didukung dan tidak perlu dipermasalahkan lagi,” katanya.

Zulkifli Berharap agar generasi muda Indonesia mampu memetik pelajaran dari beberapa persitiwa panas jelang pilkada DKI Jakarta yakni harus terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang berbhinneka apapun yang terjadi.

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI