Sukabumi Update

Pemerintah Bakal Tes Kecerdasan Siswa yang Mengonsumsi MBG

Presiden Prabowo Subianto saat meninjau langsung pelaksanaan program MBG Senin, 3 Februari 2025. (Sumber Foto: Setkab.go.id)

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah berencana melakukan pengukuran menyeluruh terhadap efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah satu tahun masa konsumsi. Fokus utama penilaian ini mencakup dua indikator keberhasilan, yakni pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan otak siswa.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa proses evaluasi ini nantinya akan melibatkan pihak ketiga untuk menjamin objektivitas hasil.

“Nanti yang ngukurnya harus lembaga independen,” ujar Dadan usai mengikuti rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Dadan lantas menjadikan Jepang sebagai rujukan utama keberhasilan intervensi gizi terhadap kualitas sumber daya manusia. Ia menyoroti perubahan signifikan tinggi badan masyarakat Jepang dari generasi kelahiran 1940-an hingga era 2000-an.

Baca Juga: Menteri Bappenas: Makan Bergizi Gratis Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja

Menurutnya, perubahan fisik tersebut bukan sekadar faktor genetik, melainkan dampak nyata dari perbaikan kualitas makanan secara nasional.

“Itu terjadi peningkatan yang signifikan akibat peningkatan kualitas gizi. Jadi bukan hanya potensi genetik, tapi juga kualitas gizi. Nah, Indonesia akan seperti itu,” jelas Dadan.

Dalam kesempatan itu, Dadan juga mengonfirmasi bahwa salah satu parameter untuk mengukur perkembangan otak siswa adalah melalui tes kecerdasan atau Intelligence Quotient (IQ). Hal ini dilakukan untuk melihat dampak langsung asupan gizi terhadap kemampuan kognitif penerima manfaat.

“Tentu saja,” singkat Dadan saat dikonfirmasi wartawan mengenai rencana pemberlakuan tes IQ bagi siswa yang telah rutin menerima program MBG.

Baca Juga: BGN Pastikan Pegawai MBG Berstatus PPPK Dapat THR

Sebelumnya, rencana mengukur efektivitas MBG terhadap pertumbuhan anak dan perkembangan otak juga disampaikan oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan dalam rapat.

“Kalau sebelum makan bergizi bagaimana fisiknya, pertumbuhannya, termasuk tentu pertumbuhan otak,” ujarnya.

Adapun MBG telah berjalan lebih dari satu tahun terhitung sejak program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini diluncurkan pada 6 Januari 2025. Hingga kini, Badan Gizi Nasional mencatat MBG telah menjangkau 60 juta orang. Angka itu ditargetkan terus bertambah sampai 82,9 juta orang sepanjang 2026.

Sumber: Tempo.co

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT