SUKABUMIUPDATE.com - Degradasi hutan di kawasan hulu menjadi pemicu bencana di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Anggota Komisi II DPRD Jabar Lina Ruslinawati mendesak pemerintah pusat melalui kementerian kehutanan, menghentikan semua aktivitas yang di kawasan hutan, yang berpotensi merusak landscape.
Hal tersebut diutarakan Lina saat Komisi II DPRD Jabar melakukan kunjungan kerja ke Kemenhut di Jakarta, Senin 2 Februari 2026. Politisi partai Gerindra ini menyoroti bencana yang terjadi di Sukabumi, Cianjur, Garut, Bandung Barat dan wilayah lainnya di Jawa Barat yang salah satu pemicunya adalah berkurangnya fungsi hutan sebagai pelindung di kawasan hulu.
Dimana saat terjadi cuaca ekstrim dengan curah hujan super tinggi, hutan sebagai penyangga tak lagi mampu menjadi spon alami penyerap air. Gelombang air permukaan bergerak deras, memicu banjir bandang serta longsor.
Baca Juga: Korban Dugaan Pemerkosaan Bank Keliling, Perempuan Warga Cicurug Sukabumi Beri Kesaksian
“Merujuk pada persoalan bencana alam yang terjadi di Jawa Barat, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat mengunjungi Kementerian Kehutanan dengan membawa persoalan yang hari ini masih berlanjut,” tulis Lina dalam postingan media sosialnya.
Menurut Lina, fokus saat ini adalah upaya mitigasi bencana jangka panjang melalui evaluasi tata kelola kawasan hutan dan alih fungsi lahan yang menjadi salah satu faktor pemicu bencana.
“Kami mendorong adanya langkah konkret dari Pemerintah Pusat untuk membantu pemulihan ekosistem dan penguatan perlindungan kawasan perbukitan di Jabar demi keselamatan masyarakat.” bebernya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Bahan Mukena yang Adem untuk Salat Tarawih di Ramadan
“Duka mendalam kami sampaikan kepada seluruh korban. Mari kita perkuat sinergi untuk Jabar yang lebih aman,” pungkas Lina Ruslinawati.(*)
Editor : Fitriansyah