Sukabumi Update

Sempat Dinonaktifkan, Ahmad Sahroni Kini Kembali ke Kursi Pimpinan Komisi III DPR

Ahmad Sahroni kembali jabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI. (Sumber Foto: Instagram/@ahmadsahroni88)

SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad resmi menetapkan Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai NasDem, Kamis (19/2/2026). Sahroni kembali menduduki posisi tersebut menggantikan Rusdi Masse Mappasessu yang sebelumnya sempat bertukar posisi dengannya.

Penetapan ini dilakukan dalam rapat pleno di ruang sidang Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan. Dasco menjelaskan bahwa langkah ini didasarkan pada surat pimpinan Fraksi Partai NasDem nomor FNasdem107/DPR RI/ii/2026 tertanggal 12 Februari 2026 terkait pergantian nama pimpinan komisi.

"Ahmad Sahroni ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Rusdi Masse," ujar Dasco di hadapan forum yang juga dihadiri Ketua Komisi III Habiburokhman beserta jajaran wakil ketua lainnya.

Baca Juga: MKD DPR Jatuhkan Sanksi ke Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, dan Eko Patrio, Dua Anggota Lain Dipulihkan

Setelah mendapat persetujuan dari anggota komisi yang hadir dan ketukan palu pimpinan, Sahroni menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia berharap kembalinya ia ke jajaran pimpinan Komisi III dapat membawa perubahan yang lebih baik.

"Terima kasih Pak Ketua dan teman-teman. Rasanya aneh kalau perkenalan lagi ya," seloroh Sahroni menyikapi kembalinya ia ke posisi yang pernah ia jabat sebelumnya.

Diketahui pada Agustus 2025 lalu, Ahmad Sahroni sempat dimutasi menjadi anggota Komisi I DPR. Tak lama berselang, pada 1 September 2025, ia dinonaktifkan sementara oleh partai menyusul pernyataan kontroversial yang dinilai mencederai perasaan publik dan melanggar kode etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Selama masa penonaktifan Sahroni tersebut, posisi Wakil Ketua Komisi III diisi oleh Rusdi Masse. Namun, dinamika politik kembali berubah setelah Rusdi Masse memutuskan mengundurkan diri dari DPR dan Partai NasDem untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sumber: Tempo.co

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT