Sukabumi Update

Stok BBM Indonesia Hanya Cukup untuk 20 Hari, Antisipasi Imbas Perang Iran‑Israel‑AS

Dampak perang Iran vs Israel-AS terhadap stok BBM Indonesia | Foto : Ilustrasi by chatgpt

SUKABUMIUPDATE.com - Cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional Indonesia disebut masih mencukupi hingga sekitar 20 hari ke depan, meskipun konflik bersenjata antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat terus memanas dan berdampak pada dinamika pasar energi global.

Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia saat menghadiri rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, (2/3/2026), seperti dikutip tempo.co.

Diketahui, ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah serangan militer bersama oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang memicu respons balasan dari Teheran dan berdampak pada keamanan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, salah satu rute utama distribusi minyak dunia.

Baca Juga: Bazar Culinary Ramadan 1447 H Hadir di Gelanggang Cisaat, 35 UMKM Kuliner Dilibatkan

Langkah antisipasi

Masih melansir dari tempo, Menurut Bahlil, sampai saat ini subsidi BBM di Indonesia belum mengalami gangguan, namun pemerintah tetap mewaspadai potensi perubahan harga dunia jika konflik berkepanjangan memengaruhi distribusi global minyak mentah.

Pemerintah juga tengah menyiapkan langkah antisipatif, termasuk rapat dengan Dewan Energi Nasional, untuk mengevaluasi mitigasi dampak dari gangguan distribusi energi internasional tersebut.

Seiring gejolak geopolitik, harga minyak dunia melambung tajam dalam beberapa hari terakhir — Brent dan WTI masing‑masing mencatat kenaikan signifikan — yang turut mempertekan biaya impor energi bagi negara pengimpor seperti Indonesia.

Meski demikian, dengan cadangan BBM nasional yang masih relatif kuat, pemerintah menilai kebutuhan bahan bakar dalam negeri masih dapat dipenuhi dalam jangka pendek sambil terus memantau perkembangan konflik dan potensi dampaknya terhadap pasokan energi global.

Sumber : tempo.co

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT