SUKABUMIUPDATE.com - Dalam mendukung arus mudik dan arus balik lebaran 2026 yang sudah didepan mata, pemerintah resmi memberlakukan pembatasan untuk angkutan barang di ruas-ruas tertentu yang akan berlaku mulai Jumat, 13 Maret pukul 12.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret pukul 00.00 WIB.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan nomor KP-DRJD 854 Tahun 2026; HK.201/1/21/DJPL/2026; Kep/43/II/2026; dan 20/KPTS/Db/2026 yang ditandatangani oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Korlantas Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU).
Sebagaimana kebijakan tersebut berlaku di seluruh ruas jalan tol maupun non tol yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB). Pembatasan operasional kendaraan angkutan barang ini baik di ruas jalan tol maupun jalan arteri (nontol) pada sejumlah wilayah strategis.
Aturan tersebut dibuat guna mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik lebaran 2026 sekaligus menjaga kelancaran serta keselamatan arus lalu lintas di berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: Bocimi Salah Satunya, 10 Jalan Tol Fungsional atau Gratis di Mudik Lebaran 2026
“Sama halnya seperti angkutan lebaran tahun lalu ataupun Nataru kemarin, diprediksi akan ada lonjakan pergerakan masyarakat dan untuk menjaga kelancaran lalu lintas serta meningkatkan aspek keselamatan jalan perlu ada pengaturan pada kendaraan-kendaraan logistik," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan dikutip dari keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).
Berikut dibawah ini adalah detail waktu, jenis kendaraan dan wilayah yang menerapkan pembatasan angkutan barang di periode musim lebaran 2026.
(Detail Waktu dan Jenis Kendaraan)
Judul: Waktu dan Jenis Angkutan Barang
- Waktu Pembatasan
- Jumat, 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB s.d. Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
- Kendaraan yang Dibatasi
- Angkutan barang dengan 3 (tiga) sumbu atau lebih.
- Angkutan barang dengan kereta tempelan.
- Angkutan barang dengan kereta gandengan.
- Seluruh angkutan barang yang mengangkut:
- Hasil galian (tanah, pasir, batu)
- Hasil tambang
- Bahan bangunan (besi, semen, kayu)
Jenis-jenis angkutan barang yang dibatasi selama periode mudik lebaran 2026. | Instagram/@kementerianpu.
Ruas Jalan Tol yang Dibatasi Angkutan Barang
Sumatera
- Pekanbaru – Kandis – Dumai
- Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi (segmen Bayung Lencir – Tempino – Sp. Ness)
- Bakauheni – Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung – Palembang
DKI Jakarta
- Prof. Dr. Ir. Soedijatmo
- Jakarta Outer Ring Road I (JORR)
- Tol Dalam Kota (Cawang – Tomang – Pluit) dan (Cawang – Tj. Priok – Ancol Timur – Jembatan 3 Tiga / Pluit)
DKI Jakarta – Banten
- Jakarta – Tangerang – Merak
DKI Jakarta – Jawa Barat
- Jakarta – Bogor – Ciawi
- Ciawi – Sukabumi (seksi Cigombong – Cibadak)
- Bekasi – Cawang – Kp. Melayu
- Jakarta – Cikampek
Jawa Barat
- Cikampek – Purwakarta – Padalarang – Cileunyi
- Cikampek – Paliman – Kanci
- Jakarta – Cikampek II Selatan segmen Sadang – Setu (Fungsional)
- Cileunyi – Sumedang – Dawuan
- Bogor Ring Road (BORR)
Jawa Barat – Jawa Tengah
- Kanci – Pejagan
Jawa Tengah
- Pejagan – Pemalang – Batang – Semarang
- Krapyak – Jatingaleh – Srondol
- Jatingaleh – Muktiharjo
- Semarang – Solo – Ngawi
- Semarang – Demak (seksi Sayung – Demak)
- Yogyakarta – Solo – NYIA Kulon Progo (segmen Kartasura – Klaten – Prambanan) dan (segmen Prambanan – Purwomartani, Fungsional)
- Yogyakarta – Bawen (seksi Ambarawa – Bawen) Fungsional
Jawa Timur
- Ngawi – Kertosono – Mojokerto – Surabaya – Gempol – Pandaan – Malang
- Surabaya – Gresik
- Gempol – Pasuruan – Probolinggo
- Probolinggo – Banyuwangi (Segmen Gending – Kraksaan – SS Paiton – Besuki) (fungsional)
Ruas Jalan Non Tol yang Dibatasi Angkutan Barang
Sumatera Utara
- Bts. Provinsi Aceh - Medan - Sei Rampah - Bts Riau
- Medan - Berastagi
- Pematang Siantar - Parapat Simalungun - Porsea - Balige
Riau
- Bts. Sumatera Utara / Riau - Pekanbaru - Bts Riau / Jambi
- Pekanbaru - Bangkinang Bts. Riau / Sumatera Barat
Jambi dan Sumatera Barat
- Jambi - Tebo - Dharmasraya - Padang
- Padang - Bukit Tinggi - Bts. Riau / Sumatera Barat
- Bts. Riau / Jambi - Jambi - Bts. Jambi / Sumsel
Jambi - Sumatera Selatan - Lampung
- Bts. Jambi / Sumsel - Palembang Bts. Sumsel / Lampung - Bujung Tenuk - Bandar Lampung - Bakauheni
- Bts. Jambi / Sumsel Palembang Bts. Sumsel / Lampung - Bujung Tenuk - Sukadana - Bakauheni
DKI Jakarta - Banten
- Jakarta - Tangerang - Cilegon - Merak
Banten
- Merak - Lingkar Selatan Cilegon - Anyer - Labuhan
- Jalan Raya Merdeka - Jalan Raya Gatot Subroto
- Serang - Pandeglang - Labuhan
DKI Jakarta - Jawa Barat
- Jakarta - Bekasi - Cikampek - Cirebon
Jawa Barat
- Bandung - Nagreg - Tasikmalaya - Banjar
- Nagreg - Kadungora - Leles - Garut
- Bandung - Sumedang - Majalengka - Cirebon
- Bogor - Ciawi - Sukabumi - Bandung
- Ciawi - Cisarua - Puncak - Cianjur
- Padalarang - Gadog - Bangkong - Cimahi
- Karawang - Subang - Indramayu - Cirebon
- Sukabumi - Pelabuhan Ratu - Tasikmalaya - Banjar (Pantai Selatan Jawa Barat)
- Subang - Lembang - Bandung
Jawa Barat - Jawa Tengah
- Cirebon - Brebes
Jawa Tengah
- Brebes - Pemalang - Batang - Demak
- Pejagan - Tegal - Purwokerto
- Bawen - Magelang - Yogyakarta
- Solo - Klaten - Yogyakarta
- Semarang - Boyolali - Magelang - Yogyakarta
Jawa Tengah - Jawa Timur
- Solo - Ngawi
Yogyakarta
- Yogyakarta - Wates
- Yogyakarta - Sleman - Magelang
- Yogyakarta - Wonosari
- Jalur Jalan Lintas Selatan (Jalan Daendels)
Jawa Timur
- Mantingan - Ngawi - Kertosono - Mojokerto - Surabaya - Gempol - Pasuruan - Probolinggo - Situbondo - Banyuwangi
- Probolinggo - Lumajang - Jember - Banyuwangi
- Pandaan - Malang
- Madiun - Caruban - Jombang
- Bulu - Lamongan - Gresik - Surabaya
Bali
- Denpasar - Gilimanuk
- Nusa Dua - Denpasar
Kalimantan Tengah
- Palangka Raya - Pulang Pisau - Kapuas - Bts. Kalimantan Selatan
- Palangka Raya - Sampit - Pangkalan Bun
- Buntok - Palangka Raya
- Tamiyang Layang - Bts. Kalimantan Selatatan (sic)
- Sei Hanyo - Bawan - Bukit Liti - Palangka Raya
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, meminimalkan potensi kecelakaan, sekaligus memastikan arus kendaraan pribadi dan angkutan penumpang dapat bergerak lebih lancar.
Editor : Ikbal Juliansyah