SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, dilaporkan mengalami luka bakar serius mencapai 24 persen akibat penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK). Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, menjelaskan bahwa luka terparah dialami korban pada area wajah, terutama bagian mata kanan, serta pada kedua tangan dan dada.
“Dari sejumlah luka yang dialami, kondisi paling serius terdapat pada mata kanan dan saat ini telah mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis bedah mata,” ujar Jane dikutip dari tempo.co, Minggu (15/3/2026).
Pihak KontraS meminta publik memberikan ruang privasi bagi keluarga untuk fokus pada pemulihan korban. Jane juga menegaskan pentingnya pengawalan publik terhadap proses hukum agar pelaku dan pihak yang mendasari serangan ini dapat diusut tuntas.
“Kami berharap masyarakat dapat terus mengawal proses hukum agar pelaku dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” kata dia.
Baca Juga: Duduk Perkara Kasus Pemerasan THR oleh Bupati Cilacap: Dari Perintah Setoran hingga OTT KPK
Dugaan Serangan Terencana
Diketahui insiden ini terjadi pada Kamis malam (12/3/2026), sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat. Saat kejadian, Andrie baru saja pulang setelah mengisi acara podcast di kantor YLBHI yang membahas topik "Remiliterisme dan Judicial Review UU TNI". Pelaku yang berjumlah dua orang dan menggunakan sepeda motor matik, tiba-tiba menyiramkan cairan kimia ke arah korban sebelum melarikan diri.
Menanggapi kejadian tersebut, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menduga serangan ini terencana dan terorganisir. Ia mendesak Polri untuk tidak sekadar menangkap eksekutor di lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual di baliknya.
“Pola serangan yang dilakukan tampaknya terencana dan terorganisir, sehingga pengungkapan peristiwa ini tidak boleh berhenti di tingkat eksekutor, tetapi juga harus mengungkap aktor intelektual di baliknya,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: Analisis Badan Geologi: Gempa M4,2 Sukabumi Berasal dari Sesar Aktif Cimandiri
Penyelidikan Polda Metro Jaya
Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat kini tengah memburu pelaku dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, menyatakan bahwa kasus ini kini ditangani secara serius dengan dukungan dari Bareskrim Polri.
“Kepolisian sedang melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut,” kata Budi.
Budi menuturkan, penyelidikan kasus dilakukan setelah adanya Laporan Polisi Model A Nomor 222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya.
Ia memastikan Polda Metro Jaya akan menangani kasus ini secara serius dan profesional. Budi juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika mengetahui informasi tentang kejadian tersebut.
“Kami mengutamakan keselamatan korban serta akan menindaklanjuti setiap informasi dan alat bukti yang ada,” tandasnya.
Sumber: Tempo.co
Editor : Denis Febrian