Sukabumi Update

Kemenhan Rekrut 30 Ribu Sarjana untuk Dukung Operasional Koperasi Desa Mulai Juni

Ilustrasi pembangunan bangunan koperasi merah putih desa cikangkung Kabupaten Sukabumi (Sumber : sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com — Kementerian Pertahanan (Kemenhan) akan merekrut sebanyak 30 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk mendukung operasional program Koperasi Desa Merah Putih. Ribuan tenaga ini disiapkan sebagai pengawak bagi sekitar 80 ribu koperasi desa yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.

Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, menyampaikan bahwa perekrutan tersebut merupakan bagian dari percepatan program strategis pemerintah di sektor ekonomi kerakyatan.

“Pemerintah menargetkan perekrutan dan pelatihan sekitar 30.000 tenaga pengawak melalui dukungan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri,” ujar Donny dalam rapat percepatan program Koperasi Desa Merah Putih, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Kemenhan, Kamis (12/3/2026).

Kepala Biro Informasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Kemenhan, Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa rekrutmen SPPI terbuka untuk umum. Seluruh lulusan sarjana hingga magister dari berbagai jurusan memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftar.

Baca Juga: Niat Mandi Idulfitri, Sunnah yang Dianjurkan Sebelum Salat Id

“Siapa saja boleh mengikuti asalkan memiliki syarat pendidikan terakhir sarjana,” kata Rico, Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan, para calon SPPI akan melalui tahapan seleksi serta pelatihan yang diselenggarakan oleh Kemenhan. Peserta yang dinyatakan lolos nantinya akan ditempatkan sebagai manajer di Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di berbagai daerah.

Adapun jadwal rekrutmen direncanakan dimulai pada Juni 2026. Saat ini, pemerintah masih melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sekaligus mematangkan berbagai persiapan teknis. “Masih dalam tahap koordinasi lintas kementerian atau lembaga serta penyiapan,” ujarnya.

Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa melalui pengelolaan koperasi yang profesional dan terstruktur, dengan melibatkan tenaga terdidik sebagai penggerak utama di lapangan.

Sumber : tempo.co

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT