Sukabumi Update

Stasiun Seharusnya Tempat Aman Bagi Kereta, Dugaan Penyebab KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL

Proses evakuasi korban kecelakaan kereta di stasiun Bekasi Timur Jabar (Sumber: dok warganet)

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah meminta publik menunggu hasil investigas KNKT yang tengah bekerja untuk menjawab penyebab kecelakaan maut kereta api di Stasiun Bekasi Timur Jawa Barat, pada Senin malam 27 April 2026. Update terbaru, mencatat kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL ini menyebabkan 15 korban jiwa dan 88 orang luka-luka.

Pengamat Transportasi, Joni Martinus menyebut ada sejumlah faktor dugaan pemicu kecelakaan ini. Mulai dari pelanggaran semboyan sinyal merah oleh masinis, hingga masalah teknis di kereta api. Dalam wawancaranya di kompas TV, Joni juga membeberkan soal dugaan kegagalan sistem sinyal atau semboyan, Miskomunikasi antara masinis dan operator KAI; penyimpangan prosedur hingga faktor gangguan konsentrasi masinis.

“Dalam perjalanan KA terjadi komunikasi antara masinis dan pusat pengendali kereta api, baik di manggarai atau stasiun. Support juga oleh petugas di stasiun dan ini komunikasi aktif,” bebernya.

Baca Juga: Warga Keluhkan Infrastruktur di Sekitar Tambang Gunung Guha Sukabumi Terabaikan

“Stasiun itu tempat paling aman bagi kereta api untuk berhenti karena dilindungi sinyal, ada petugas. KRL yang ditabrak itu berhenti di stasiun bekasi timur, harusnya aman. Fakta ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengungkapkan kronologi dugaan kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Bermula saat kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam keterangan di Jakarta, Selasa menjelaskan akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Baca Juga: Sudah Tiga Kali Kejadian: Pencurian di Sundawenang Masuk Lewat Atap

Dampaknya petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Kementerian Perhubungan juga mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara objektif dan menyeluruh. Menhub menegaskan pihaknya memberikan ruang dan menunggu KNKT untuk melakukan investigasi secara independen agar hasilnya dapat menjadi dasar evaluasi komprehensif ke depan.

Pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta hak-hak sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sistem keselamatan transportasi nasional.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Laga Paris Saint Germain vs Bayern Munchen, Die Bayern Unggul Pertemuan

Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Selasa (28/4) pagi menemui langsung korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi sekaligus memastikan penanganan berjalan optimal. Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga yang terdampak serta menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh atas kejadian tersebut.

Presiden juga menekankan pentingnya peningkatan keselamatan transportasi, khususnya pada perlintasan sebidang yang masih memiliki potensi risiko tinggi. “Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan Pemerintah. Kami segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” kata Presiden Prabowo.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT