SUKABUMIUPDATE.com - Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan hebat antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah. Hingga Selasa siang (28/4/2026), tercatat 15 orang dinyatakan meninggal dunia dan puluhan lainnya masih dalam perawatan intensif.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan data terbaru tersebut saat meninjau langsung lokasi kejadian.
“Update sampai dengan jam 1 siang tadi, ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat,” kata AHY dikutip dari tempo.co.
Baca Juga: Pasca Tragedi Bekasi Timur, Prabowo Siapkan Rp4 Triliun Benahi 1.800 Perlintasan Sebidang
AHY menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini terbagi pada tiga hal utama: pemulihan kondisi korban, normalisasi jalur, dan investigasi menyeluruh. Saat ini, proses pengangkatan bangkai gerbong KRL yang ringsek masih terus diupayakan agar jalur utama dapat segera beroperasi kembali.
“Kami akan melakukan investigasi mendalam. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menyelidiki secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti mengapa tabrakan ini bisa terjadi di dalam emplasemen stasiun,” tegasnya.
Identifikasi Korban: 10 Jenazah Teridentifikasi di RS Polri
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi 10 dari 15 jenazah korban kecelakaan. Berdasarkan hasil identifikasi, seluruh korban tersebut berjenis kelamin perempuan, mengingat hantaman keras KA Argo Bromo Anggrek mengenai gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling belakang.
Kepala Biro Dokter Kepolisian (Karodokpol) Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan, menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan melalui data primer berupa sidik jari, serta data sekunder berupa properti dan data medis.
Berikut adalah daftar 10 korban yang telah teridentifikasi:
- Tutik Anitasari, 31 tahun, warga Cikarang Barat, Bekasi
- Harum Anjasari, 27 tahun, warga Cipayung, Jakarta Timur
- Nur Alimantun Citra Lestari, 19 tahun, warga Pasar Jambi
- Farida Utami, 50 tahun, warga Cibitung, Bekasi
- Vica Acnia Pratiwi, 23 tahun, warga Cikarang Barat
- Ida Nuraida, 48 tahun, warga Cibitung, Bekasi
- Gita Septia Wardany, 20 tahun, warga Cibitung, Bekasi
- Fatmawati Rahmayani, 29 tahun, warga Bekasi Selatan, Kota Bekasi
- Arinjani Novita Sari, 25 tahun, warga Tambun Selatan, Bekasi
- Nur Ainia Eka Rahmadhyna, 32 tahun, warga Tambun Selatan, Bekasi
Lima jenazah lainnya saat ini masih berada di RSUD Bekasi (3 jenazah), RS Bella (1 jenazah), dan RS Mitra Keluarga Bekasi Timur (1 jenazah) untuk proses lebih lanjut.
Baca Juga: Pemprov Jabar Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Santunan Rp50 Juta Disiapkan
Kronologi Kejadian
Tragedi ini bermula saat rangkaian Commuter Line (KRL) berhenti darurat di Jalur 1 Stasiun Bekasi Timur. KRL tersebut tertahan akibat adanya insiden di jalur depan, di mana sebuah kereta dari arah berlawanan menabrak taksi yang mogok di perlintasan.
Nahas, saat KRL sedang dalam posisi statis, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi melaju dari arah belakang dan menghantam gerbong belakang KRL dengan kecepatan tinggi. Seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat, sementara seluruh korban jiwa dan luka-luka berasal dari penumpang Commuter Line.
Sumber: Tempo.co
Editor : Denis Febrian