Sukabumi Update

Final Lomba Cerdas Cermat Resmi Akan Diulang, Ketua MPR: Juri Diganti

Video Lomba Cerdas Cermat Viral, Juri Disebut Tak Konsisten Beri Penilaian (Sumber : Youtube | MPRgoid).

SUKABUMIUPDATE.com - Ahmad Muzani, selaku Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, akhirnya memberikan tanggapan terkait polemik yang mewarnai babak Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 di tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Menyikapi derasnya arus kritik dari publik dan warganet, jajaran pimpinan MPR RI secara resmi mengambil langkah tegas dengan menetapkan adanya pertandingan ulang. 

Muzani pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas perhatian besar masyarakat dan warganet yang telah memberikan kritik tajam dan saran yang masuk melalui media sosial. 

Baca Juga: Diduga Kelebihan Muatan, Pick Up Bermuatan Besi Standing di Overpass Cibeureum

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masukan-masukan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi penting demi meningkatkan kualitas serta integritas kinerja lembaga.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada para netizen yang menyampaikan pandangan, kritik, dan saran kepada kami. Kami terima itu sebagai sebuah pandangan yang positif untuk memperbaiki kegiatan-kegiatan kami selanjutnya," ujar Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026), dikutip dari Suara.com.

Polemik LCC Empat Pilar Berujung Permintaan Maaf MPR RI, Juri dan MC DinonaktifkanPolemik LCC Empat Pilar Berujung Permintaan Maaf MPR RI, Juri dan MC Dinonaktifkan. | Instagram/@mprgoid.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Sekretaris Jenderal dan melakukan rapat pimpinan, Muzani mengumumkan lima poin keputusan penting guna menyelesaikan polemik penilaian yang dianggap tidak adil di Kalimantan Barat:

1. Pertandingan Ulang: Muzani menegaskan bahwa final tingkat provinsi di Kalimantan Barat akan diulang.

"Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya," tegasnya.

Baca Juga: Tok! Jakarta Tetap Ibu Kota Indonesia, MK Tolak Gugatan UU IKN

2. Juri Independen: Untuk menjamin objektivitas, penyelenggara akan mengganti tim juri dengan pihak ketiga.

"Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen," tambah Muzani.

3. Pengawasan Langsung Pimpinan: Muzani memastikan transparansi lomba akan dijaga ketat.

"Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir," jelas Sekjen Partai Gerindra tersebut.

4. Apresiasi Sikap Kritis Peserta: Pimpinan MPR justru memuji keberanian para siswa yang melayangkan protes.

Muzani menilai hal tersebut sebagai bentuk praktik demokrasi yang sehat.

"Kami mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka menjadi contoh demokrasi yang baik," tuturnya.

Baca Juga: Hampir 2 Tahun Beroperasi, Masyarakat Desa Sukajaya Sukabumi Belum Tersentuh Program MBG

5. Evaluasi Total: MPR berkomitmen untuk terus menyempurnakan kegiatan sosialisasi Empat Pilar agar tidak terjadi kekhilafan serupa di masa mendatang.

Muzani mengakui adanya keterbatasan dan kekhilafan dalam penyelenggaraan sebelumnya di Kalimantan Barat.

Namun, ia menekankan bahwa kegiatan LCC ini sangat fundamental bagi masa depan bangsa, sehingga harus tetap dilanjutkan dengan standar yang lebih baik.

"Kegiatan ini harus terus dilanjutkan karena ini adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa pemimpin-pemimpin ke depan kita, anak-anak muda kita, harus memahami dengan betul tentang dasar negaranya yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," pungkasnya.

Sebelumnya, insiden tersebut terjadi pada babak final yang digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026), yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak (Regu C), SMAN 1 Sambas (Regu B), dan SMAN 1 Sanggau.

Baca Juga: Rupiah Anjlok ke Rp17.500 per Dolar AS, BI Sebut Faktor Dividen dan Musim Haji Jadi Pemicu

Keriuhan muncul saat sesi rebutan ketika juri melontarkan pertanyaan mengenai lembaga yang memberikan pertimbangan kepada DPR dalam memilih anggota BPK.

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab dengan lengkap: “Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.” Namun, juri justru memberikan nilai minus 5.

Ironisnya, saat pertanyaan dilempar kembali, Regu B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang identik dengan Regu C. Juri kemudian menyatakan jawaban tersebut benar dan memberikan nilai 10.

Meski Regu C sempat melayangkan protes dan meminta kesaksian audiens, juri tetap pada keputusannya dengan dalih Regu C tidak menyebutkan "pertimbangan DPD".

Walaupun kesalahan penilaian tersebut tidak mengubah status juara—karena SMAN 1 Sambas tetap unggul secara poin keseluruhan dan tetap mewakili Kalimantan Barat.

Sumber: Suara.com

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT