SUKABUMIUPDATE.com - SMAN 1 Pontianak mengeluarkan pernyataan sikap terkait dinamika pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2026. SMAN 1 Pontianak menolak untuk tampil di LLC ulang yang diwacanakan oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani,
Dalam dokumen yang ditandatangani Kepala Sekolah Indang Maryati, S.Sos., M.Si, pihak sekolah menegaskan langkah yang diambil semata-mata untuk memperoleh klarifikasi demi terciptanya mekanisme lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel.
Sekolah menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan berbagai pihak, sekaligus menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan bukanlah upaya untuk menjatuhkan kredibilitas lembaga maupun individu tertentu. SMAN 1 Pontianak juga menekankan tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan hanya mencari kejelasan atas poin-poin yang dipersoalkan.
Baca Juga: Wacana Jalan Provinsi Berbayar di Jawa Barat Tuai Kritik Pengusaha Logistik
Dalam pernyataannya, SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan dan memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional. Pihak sekolah juga menolak terlibat dalam pelaksanaan lomba ulang sebagaimana diinformasikan oleh MPR RI.
Sebagai bentuk tanggung jawab, SMAN 1 Pontianak menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan mengajak seluruh pihak menyelesaikan persoalan dengan semangat kebersamaan serta menjunjung tinggi nilai persatuan. Sekolah berharap dukungan berkelanjutan untuk menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua.
Pernyataan ditutup dengan komitmen untuk terus menjunjung integritas pendidikan, serta kesiapan berpartisipasi kembali pada LCC 4 Pilar tahun 2027.
Baca Juga: Diprotes Warganet, Kapolsek Buka Ruang Klarifikasi Soal Larangan Pawai Samen di Jalan Raya
Berikut pernyataan sikap lengkap dari SMAN 1 Pontianak
PERNYATAAN SIKAP
Sehubungan dengan dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2026, serta telah disampaikannya permohonan maaf dan komitmen perbaikan menyeluruh dari Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), dengan ini SMAN 1 Pontianak menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:
- SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel.
- SMAN 1 Pontianak menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian, dukungan, serta kepedulian berbagai pihak dalam menyikapi kondisi ini.
- SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.
- Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan.
- SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.
- SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI.
- SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan.
- SMAN 1 Pontianak memohon dukungan dari seluruh pihak ke depan, dalam upaya menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua.
Demikian pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami terhadap dunia pendidikan yang berintegritas. Sampai Jumpa di LCC 4 Pilar 2027.
Baca Juga: Jangan Asal Buang, Ini 5 Cara Mengelola Limbah Hewan Kurban dengan Benar
Wacana LCC Ulang
Ahmad Muzani, selaku Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, akhirnya memberikan tanggapan terkait polemik yang mewarnai babak Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 di tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Menyikapi derasnya arus kritik dari publik dan warganet, jajaran pimpinan MPR RI secara resmi mengambil langkah tegas dengan menetapkan adanya pertandingan ulang. Muzani pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas perhatian besar masyarakat dan warganet yang telah memberikan kritik tajam dan saran yang masuk melalui media sosial.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masukan-masukan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi penting demi meningkatkan kualitas serta integritas kinerja lembaga.
Baca Juga: TPA Cikundul Overload, Pemkot Sukabumi Siapkan Skema Penutupan TPSS
"Kami mengucapkan terima kasih kepada para netizen yang menyampaikan pandangan, kritik, dan saran kepada kami. Kami terima itu sebagai sebuah pandangan yang positif untuk memperbaiki kegiatan-kegiatan kami selanjutnya," ujar Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026), dikutip dari Suara.com.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Sekretaris Jenderal dan melakukan rapat pimpinan, Muzani mengumumkan lima poin keputusan penting guna menyelesaikan polemik penilaian yang dianggap tidak adil di Kalimantan Barat:
- Pertandingan Ulang: Muzani menegaskan bahwa final tingkat provinsi di Kalimantan Barat akan diulang.
"Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya," tegasnya.
Baca Juga: Mangkrak Pembangunan Masjid Al Afghani Disorot, Anggota DPRD Sukabumi Minta Pemda Terbuka
- Juri Independen: Untuk menjamin objektivitas, penyelenggara akan mengganti tim juri dengan pihak ketiga.
"Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen," tambah Muzani.
- Pengawasan Langsung Pimpinan: Muzani memastikan transparansi lomba akan dijaga ketat.
"Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir," jelas Sekjen Partai Gerindra tersebut.
- Apresiasi Sikap Kritis Peserta: Pimpinan MPR justru memuji keberanian para siswa yang melayangkan protes.
Muzani menilai hal tersebut sebagai bentuk praktik demokrasi yang sehat. "Kami mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka menjadi contoh demokrasi yang baik," tuturnya.
- Evaluasi Total: MPR berkomitmen untuk terus menyempurnakan kegiatan sosialisasi Empat Pilar agar tidak terjadi kekhilafan serupa di masa mendatang.
Baca Juga: PLN UP3 Sukabumi Tebar Kepedulian Lewat Program Jumat Berbagi
Muzani mengakui adanya keterbatasan dan kekhilafan dalam penyelenggaraan sebelumnya di Kalimantan Barat. Namun, ia menekankan bahwa kegiatan LCC ini sangat fundamental bagi masa depan bangsa, sehingga harus tetap dilanjutkan dengan standar yang lebih baik.
"Kegiatan ini harus terus dilanjutkan karena ini adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa pemimpin-pemimpin ke depan kita, anak-anak muda kita, harus memahami dengan betul tentang dasar negaranya yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," pungkasnya.
Sebelumnya, insiden tersebut terjadi pada babak final yang digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026), yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak (Regu C), SMAN 1 Sambas (Regu B), dan SMAN 1 Sanggau.
Baca Juga: Persib dan Borneo FC Bersaing Ketat, Piala Super League Disiapkan di Dua Tempat
Keriuhan muncul saat sesi rebutan ketika juri melontarkan pertanyaan mengenai lembaga yang memberikan pertimbangan kepada DPR dalam memilih anggota BPK. Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab dengan lengkap: “Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.” Namun, juri justru memberikan nilai minus 5.
Ironisnya, saat pertanyaan dilempar kembali, Regu B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang identik dengan Regu C. Juri kemudian menyatakan jawaban tersebut benar dan memberikan nilai 10.
Meski Regu C sempat melayangkan protes dan meminta kesaksian audiens, juri tetap pada keputusannya dengan dalih Regu C tidak menyebutkan "pertimbangan DPD".
Baca Juga: Persediaan Pupuk Subsidi di Sukabumi Aman, Distributor Pastikan Petani Tak Perlu Khawatir
Walaupun kesalahan penilaian tersebut tidak mengubah status juara—karena SMAN 1 Sambas tetap unggul secara poin keseluruhan dan tetap mewakili Kalimantan Barat.
Editor : Fitriansyah