SUKABUMIUPDATE.com - Selama memerintah sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto telah melakukan kunjungan ke luar negeri sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 silam. Pada saat itu hingga sekarang, puluhan negara dia sambangi dengan membawa agenda seperti hubungan bilateral.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai kunjungan kerja luar negeri perdananya pada Jumat, 8 November 2024, saat itu ia mengunjungi Beijing China. Berdasarkan data yang dirangkum dari berbagai sumber, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan 53 agenda kunjungan luar negeri sejak menjabat hingga Mei 2026.
Rinciannya terdiri dari 7 kunjungan pada tahun 2024, 34 kunjungan pada tahun 2025, dan 13 kunjungan hingga Mei 2026. Dalam rentang waktu tersebut, lawatan luar negeri Prabowo mencakup berbagai kawasan strategis dunia, mulai dari Asia Tenggara, Asia Timur, Timur Tengah, Eropa, Amerika Utara, hingga Amerika Selatan.
Baca Juga: Nilai Matematika Hasil TKA 2026 Jeblok Rerata 40, Bahasa Indonesia Lebih Tinggi
Berikut adalah daftar kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri dirangkum dari berbagai sumber:
Daftar Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Subianto Tahun 2024
- 8–10 November 2024 - China (Beijing): Pertemuan dengan Presiden Xi Jinping, bahas hubungan bilaterasl mulai dari ekonomi hingga geopolitik global.
- 10–12 November 2024 - Amerika Serikat (Washington D.C.): Bertemu Presiden Joe Biden, membahas hubungan bilateral, Indo-Pasifik, energi bersih, dan rantai pasokan.
- 13–14 November 2024 - Peru (Lima): Menghadiri KTT APEC dan pertemuan bilateral dengan Presiden Dina Boluarte.
- 18–19 November 2024 - Brasil (Rio de Janeiro): Menghadiri KTT G20 dan bertemu Sekjen PBB António Guterres.
- 20–22 November 2024 - Britania Raya (London): Bertemu dengan Raja Charles III dan Perdana Menteri Keir Starmer bahas isu strategis dalam rangka memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama antara Indonesia-Inggris.
- 23 November - Uni Emirat Arab (Abu Dhabi): Pertemuan bilateral dengan Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Qasr Al Watan untuk memperluas kerja sama bilateral di sektor publik dan swasta, serta memperkuat kemitraan strategis Indonesia-UEA.
- 17–19 Desember - Mesir (Kairo): Hadiri KTT D-8 ke-11, pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Istana Heliopolis bahas peningkatan kerja sama di berbagai bidang dan perdamaian di Timur Tengah.
Daftar Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Subianto Tahun 2025
- 9 Januari 2025 – Malaysia (Kuala Lumpur): Kunjungan pribadi untuk membahas langkah-langkah strategis dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Malaysia bersama Perdana Menteri Anwar Ibrahim.
- 23–26 Januari 2025 – India (New Delhi): Menghadiri perayaan Hari Republik India ke-76 sebagai tamu kehormatan (Chief Guest) sekaligus melakukan pertemuan bilateral dengan pemerintah India.
- 27 Januari 2025 – Malaysia (Kuala Lumpur): Menerima penganugerahan Darjah Kerabat Johor Yang Amat Dihormati Pangkat Pertama (D.K I Johor) serta melakukan pertemuan terbatas dengan PM Anwar Ibrahim.
- 6 April 2025 – Malaysia (Putrajaya): Silaturahmi Idulfitri dengan PM Anwar Ibrahim dan membahas sejumlah isu regional, termasuk tarif resiprokal Amerika Serikat serta gempa bumi di Myanmar.
- 9 April 2025 – Uni Emirat Arab (Abu Dhabi): Bertemu Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) untuk membahas kerja sama strategis dan upaya mendorong perdamaian di Timur Tengah, khususnya Gaza.
- 9–11 April 2025 – Turki (Ankara dan Antalya)
- Ankara: Kunjungan kenegaraan dan pertemuan dengan Presiden Recep Tayyip Erdoğan yang menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis.
- Antalya: Menghadiri Antalya Diplomacy Forum 2025.
- 11–12 April 2025 – Mesir (Kairo): Bertemu Presiden Abdel Fattah El-Sisi dan menandatangani Pernyataan Bersama Kemitraan Strategis Indonesia–Mesir di Istana Al Ittihadiya.
- 12–13 April 2025 – Qatar (Doha): Melakukan pertemuan dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani untuk membahas penguatan hubungan bilateral.
- 13–14 April 2025 – Yordania (Amman): Pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II bin Al-Hussein guna mempererat kerja sama kedua negara.
- 14 Mei 2025 – Brunei Darussalam (Bandar Seri Begawan): Menerima Bintang Kebesaran Negara Brunei Darussalam "Darjah Kerabat Laila Utama Yang Amat Dihormati" serta melakukan pertemuan bilateral dengan Sultan Hassanal Bolkiah.
- 17–19 Mei 2025 – Thailand (Bangkok): Bertemu Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra dan menegaskan komitmen memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Thailand.
- 25–27 Mei 2025 – Malaysia (Kuala Lumpur): Menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-46.
- 15–16 Juni 2025 – Singapura: Menghadiri kunjungan kenegaraan dan Singapore–Indonesia Leaders' Retreat, bertemu Presiden Tharman Shanmugaratnam dan PM Lawrence Wong, serta menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama strategis.
- 17–18 Juni 2025 – Ceko (Praha): Melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Petr Fiala untuk membahas hubungan bilateral dan kerja sama kedua negara.
- 18–20 Juni 2025 – Rusia (Sankt Peterburg): Menghadiri Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF), bertemu Presiden Vladimir Putin, serta membahas kerja sama pertahanan, energi, perdagangan, teknologi, pendidikan, dan investasi.
- 1–3 Juli 2025 – Arab Saudi (Jeddah dan Mekkah)
- Jeddah: Bertemu Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk membahas kerja sama strategis, layanan haji, dan investasi senilai Rp437 triliun.
- Mekkah: Membahas rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia dan melaksanakan ibadah umrah.
- 5–9 Juli 2025 – Brasil (Rio de Janeiro dan Brasília)
- Rio de Janeiro: Menghadiri KTT BRICS dan menyampaikan pidato mengenai kerja sama Global South.
- Brasília: Bertemu Presiden Luiz Inácio Lula da Silva guna membahas kerja sama perdagangan, energi, pertahanan, dan teknologi.
- 12–13 Juli 2025 – Belgia (Brussel): Melakukan pertemuan dengan pimpinan Uni Eropa dan Raja Belgia untuk mendorong penyelesaian IEU–CEPA serta memperkuat kerja sama ekonomi dan pendidikan.
- 13–15 Juli 2025 – Prancis (Paris): Menghadiri Parade Hari Bastille sebagai tamu kehormatan atas undangan Presiden Emmanuel Macron serta mendampingi partisipasi kontingen gabungan TNI–Polri.
- 15 Juli 2025 – Belarus (Ozyorny): Bertemu Presiden Aleksandr Lukashenko untuk membahas kerja sama perdagangan komoditas strategis, khususnya pupuk bagi ketahanan pangan Indonesia.
- 9 Agustus 2025 – Singapura: Menghadiri Parade Hari Nasional Singapura 2025.
- 3 September 2025 – Tiongkok (Beijing): Menghadiri Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok di Lapangan Tiananmen.
- 12 September 2025 – Qatar (Doha): Bertemu Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani untuk menyampaikan solidaritas atas situasi keamanan di Qatar dan membahas kerja sama bilateral.
- 12 September 2025 – Uni Emirat Arab (Abu Dhabi): Bertemu Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan guna membahas kemitraan strategis Indonesia–UEA dan dinamika geopolitik Timur Tengah.
- 20 September 2025 – Jepang (Osaka): Meninjau Paviliun Indonesia dalam Expo 2025 Osaka.
- 20–23 September 2025 – Amerika Serikat (New York): Menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-80, konferensi internasional mengenai Palestina, serta sejumlah pertemuan bilateral dan multilateral.
- 24 September 2025 – Kanada (Ottawa): Bertemu Gubernur Jenderal Mary Simon dan PM Mark Carney, menyaksikan penandatanganan ICA-CEPA, serta membahas perdagangan dan pertahanan.
- 25–26 September 2025 – Belanda (Amsterdam): Bertemu Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima untuk membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–Belanda.
- 13 Oktober 2025 – Mesir (Sharm El-Sheikh): Menghadiri KTT Perdamaian Gaza, bertemu Presiden Abdel Fattah El-Sisi, serta membahas isu kemanusiaan dan dukungan bagi Palestina.
- 25–28 Oktober 2025 – Malaysia (Kuala Lumpur): Menghadiri KTT ASEAN ke-47, berpartisipasi dalam pengukuhan Timor-Leste sebagai anggota penuh ASEAN, dan melakukan sejumlah pertemuan bilateral.
- 30 Oktober–1 November 2025 – Korea Selatan (Gyeongju): Menghadiri KTT APEC 2025, bertemu Presiden Lee Jae-myung, dan membahas kerja sama ekonomi serta proyek pesawat tempur KF-21 Boramae.
- 11–12 November 2025 – Australia (Sydney): Bertemu PM Anthony Albanese, membahas kerja sama ekonomi, pendidikan, dan pertahanan, serta memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Australia.
- 8–9 Desember 2025 – Pakistan (Islamabad): Memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan dan menandatangani sejumlah nota kesepahaman di bidang perdagangan, pertahanan, pendidikan, dan teknologi.
- 10 Desember 2025 – Rusia (Moskow): Bertemu Presiden Vladimir Putin di Kremlin untuk membahas penguatan kerja sama strategis di bidang politik, ekonomi, energi, dan perdagangan.
Daftar Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Subianto Tahun 2026
- 18–21 Januari 2026 – Britania Raya (London): Prabowo mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Keir Starmer di 10 Downing Street terkait peningkatan kerja sama bilateral Indonesia–Inggris. Keesokan harinya, ia bertemu Raja Charles III di Lancaster House untuk membahas isu keberlanjutan lingkungan, perlindungan satwa liar, dan konservasi gajah.
- 21–23 Januari 2026 – Swiss (Davos): Menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026. Dalam forum tersebut, Prabowo mempromosikan dana kekayaan negara Danantara serta berbagai kebijakan sosial yang dijalankan pemerintah Indonesia.
- 23–24 Januari 2026 – Prancis (Paris): Melakukan kunjungan singkat atas undangan Presiden Emmanuel Macron. Pertemuan berlangsung di Istana Élysée dalam jamuan makan malam privat untuk membahas penguatan hubungan bilateral dan kerja sama strategis Indonesia–Prancis.
- 17–21 Februari 2026 – Amerika Serikat (Washington D.C.): Menghadiri KTT Dewan Perdamaian dan menyatakan dukungan terhadap rencana perdamaian Gaza yang diusulkan Presiden Donald Trump. Prabowo juga menggelar pertemuan bilateral dengan Trump untuk membahas perjanjian perdagangan dan berbagai isu strategis lainnya.
- 23–24 Februari 2026 – Britania Raya (London): Setelah kunjungan ke Amerika Serikat, Prabowo bertolak ke Inggris untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara perusahaan semikonduktor Arm Limited dan Badan Pengelola Investasi Danantara.
- 24–25 Februari 2026 – Yordania (Amman): Melakukan kunjungan resmi dan menerima penyambutan kenegaraan. Prabowo kemudian bertemu Raja Abdullah II di Istana Basman untuk membahas situasi regional dan kerja sama kedua negara.
- 25–26 Februari 2026 – Uni Emirat Arab (Abu Dhabi): Bertemu Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan serta para pemimpin enam emirat lainnya di Istana Qasr Al Bahr dalam rangka memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama strategis.
- 29–31 Maret 2026 – Jepang (Tokyo): Melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran Tokyo. Selanjutnya mengadakan pertemuan puncak dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi dan menyepakati peningkatan komunikasi serta kerja sama strategis kedua negara.
- 31 Maret–2 April 2026 – Korea Selatan (Seoul): Bertemu Presiden Lee Jae-myung dan menyepakati peningkatan hubungan Indonesia–Korea Selatan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus. Kedua negara juga memperkuat kerja sama di bidang sumber daya dan keamanan. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menerima penghargaan tertinggi Korea Selatan, Grand Order of Mugunghwa.
- 13 April 2026 – Rusia (Moskow): Bertemu Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin untuk membahas penguatan kerja sama strategis Indonesia–Rusia di bidang ekonomi, energi, dan geopolitik.
- 13–14 April 2026 – Prancis (Paris): Melakukan kunjungan kerja dan bertemu Presiden Emmanuel Macron guna membahas kerja sama strategis bilateral serta berbagai isu global.
- 7–9 Mei 2026 – Filipina (Cebu): Menghadiri KTT ASEAN ke-48 bersama para pemimpin negara anggota ASEAN. Agenda utama meliputi kerja sama ekonomi, keamanan kawasan, dan berbagai isu geopolitik regional.
- 26-29 Mei 2026 - Prancis (Paris): agenda diplomasi tingkat tinggi yang bertujuan mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di berbagai bidang strategis.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meneruskan rangkaian lawatan luar negerinya ke Austria dan Hungaria setelah menyelesaikan kunjungan kerja di Prancis pada penghujung Mei 2026.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mengatakan bahwa Prancis, Austria, dan Hungaria merupakan negara-negara yang memiliki peran penting bagi kepentingan Indonesia di berbagai sektor.
“Ada tiga negara Eropa yang dikunjungi oleh Presiden Prabowo di Akhir Mei 2026 ini, yaitu Prancis, Austria, dan Hungaria. Ketiga Negara ini memiliki posisi strategis yang dibutuhkan Indonesia,” ujar Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso dikutip dari tempo.co, Jumat (29/5/2026).
Sumber: Berbagai Sumber
Editor : Ikbal Juliansyah