Sukabumi Update

Hingga Mei 2026, Anggaran MBG Tembus Rp88,15 Triliun: Sebulan Naik 17,5 persen

Ilustrasi - Distribusi MBG di Kota Sukabumi. (Sumber : SU/Asep Awaludin).

SUKABUMIUPDATE.com - Realisasi penyerapan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Kementerian Keuangan mencatat, hingga 31 Mei 2026, dana yang telah digelontorkan untuk program Presiden Prabowo ini telah menyentuh angka Rp 88,15 triliun.

Angka tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan sebesar 17,5 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang berada di angka Rp 75 triliun.

“Anggaran Makan Bergizi Gratis sampai sekarang sudah mencapai Rp 88,15 triliun untuk 63,13 juta penerima,” ucap Menteri Keuanagan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026, dikuti dari Tempo.co.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Gubernur BI Siapkan 2 Strategi untuk Stabilkannya

Tahun ini pemerintah menetapkan alokasi untuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu sebesar Rp 335 triliun, dan dipangkas menjadi Rp 268 triliun.

Berdasarkan paparan Purbaya, penyaluran makan bergizi hingga akhir Mei 2026 telah menjangkau 63,13 juta penerima. Terdiri dari 48,9 juta siswa dan 14,3 juta nonsiswa. Penerima MBG ini meningkat tipis dibandingkan April yang tercatat 62 juta.

Sedangkan jumlah dapur alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) per akhir Mei sebanyak 29.670 SPPG. Angka ini juga naik dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sekitar 27,7 ribu SPPG.

Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Desa Cikangkung Ciracap Ludes Terbakar

Pada kesempatan yang sama Purbaya menyatakan bahwa Kemenkeu dapat menerapkan fleksibilitas anggaran dengan memangkas sejumlah pos belanja, termasuk MBG. Namun, saat ini ia memastikan bahwa kas negara masih cukup. Ihwal pemotongan anggaran Makan Bergizi, menurut dia, itu tergantung keputusan dari presiden.

Purbaya menambahkan bahwa Kepala Negara juga menginginkan dana makan bergizi dikelola lebih efisien. “Bapak Presiden jelas ingin efisiensi juga. Kalau nggak ada langkah yang seperti kemarin, kepala BGN (Badan Gizi Nasional) diganti segala macam. Itu kan jelas menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk menjaga belanja nggak sembarangan dan untuk menjaga fiscal deficit-nya di bawah 3 persen,” ujarnya.

Sumber: Tempo.co

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT