Sukabumi Update

Padi Organik Kabupaten Tasikmalaya Tembus Pasar Eropa

SUKABUMIUPDATE.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya sejak lama mencanangkan wilayahnya sebagai sentra padi system rice of intensification (SRI) organik 8.000 hektare (ha), saat ini baru 3.200 ha. Untuk itu, Tasikmalaya diganjar penghargaan oleh Menteri Pertanian sebagai daerah yang mampu meningkatkan gabah 828 ribu ton per tahun.

“Alhamdulillah, kami bisa mengekspor 200 ton beras organik ke enam negara Eropa. Target pemerintah pusat dalam lima tahun ke depan, lahan pertanian bertambah 100 ribu hektar setiap tahunnya, agar kelak kehidupan petani lebih sejahtera,” ungkap Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Tasikmalaya, Rabu (14/12).

Bupati yang bersiap-siap maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 ini, memang tidak tertarik dengan pengembangan industri di wilayahnya. Ketika terjadi alih fungsi sawah untuk pengembangan Kota Singaparna sebagai ibu kota kabupaten, ia menginstruksikan agar mencetak sawah baru sebagai gantinya.

“Kami mencetak 150 hektare sawah baru di wilayah Selatan, padahal yang terpakai hanya 93 hektare," terang bupati yang santri ini.

Ditambahkan Uu, pengembangan padi organik telah memberi nilai tambah bagi petani di daerahnya, sehingga, sejak 2002, terus dikembangkan di 11 kecamatan di Tasikmalaya. Hasilnya sangat mencengangkan, saat itu produktivitas tanaman sekitar 69,56 kuintal per ha, atau 313 ton produksi keseluruhan se-Kabupaten Tasikmalaya. Namun, pelan tapi pasti, produktivitas padi yang 100 persen tanpa pestisida kimia ini terus meningkat.

Pada 2008 produktivitas beras organik total mencapai 25.802 ton, atau 73,80 kuintal per ha. Capaian terbaik produksi beras organik ini, adalah ketika menembus pasar Belgia dengan harga jual Rp70.000 per kilogram.

“Pemerintah pusat berharap ekspor beras organik ke Eropa ini, bisa meningkatkan kesejahteraan petani, karena ekspor beras premium lebih menguntungkan dibanding beras medium,” pungkasnya kepada sukabumiupdate.com.

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI