SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah akan kembali meluncurkan program sekolah unggulan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan akan mulai meluncurkan program Sekolah Nasional Terintegrasi tahun ini.
"Sekolah ini akan dibangun secara bertahap di setiap kabupaten di seluruh Indonesia, mulai (dibuka) tahun ini," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti di sela peresmian Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Yogyakarta, Minggu (5/6/2026).
Melansir tempo.co, program ini, kata Mu'ti, merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan institusi pendidikan unggul guna mencetak generasi yang berdaya saing tinggi di kancah global. Dia mengatakan proyek besar dunia pendidikan ini menjadi arahan Prabowo setelah meluncurkan sejumlah program sekolah unggulan lainnya.
Baca Juga: Korban Investasi Bermasalah di Cibadak Minta Kejelasan, Sebut Kerugian Lebih Rp1 Miliar
Sebelumnya, pemerintah telah merancang program sekolah berasrama, seperti SMA Unggul Garuda Baru yang berfokus pada bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika atau STEM. Kemudian dilanjutkan dengan program SMA Unggul Garuda Transformasi yang mendongkrak sekolah unggul yang sudah ada menjadi bertaraf internasional.
Mu'ti menjelaskan, untuk Sekolah Nasional Terintegrasi berbeda dengan kedua program yang sudah ada sebelumnya. Salah satunya, sekolah ini akan hadir dengan konsep non-asrama.
Ia menjelaskan bahwa skema pembangunan sekolah ini mengalami penyesuaian arah dari rencana awal. Berdasarkan instruksi terbaru dari Prabowo, fokus pembangunan dialihkan ke tingkat kabupaten dengan menyasar jenjang Sekolah Menengah Pertama terlebih dahulu.
Baca Juga: Peraturan Presiden 111 Tahun 2025 Sebut LGBTQ Sebagai Ancaman Nonmiliter
Sekolah Nasional Terintegrasi ini dirancang khusus untuk mengakomodasi para siswa yang memiliki potensi intelektual luar biasa di tiap daerah. "Jadi dimulai dari jenjang SMP, sekolah ini dirancang untuk mereka yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi bahkan mungkin di atas rata-rata dan semuanya tidak berasrama. Jadi beda dengan Sekolah Garuda dan Garuda Transformasi yang keduanya berasrama," tutur Mu'ti.
Saat ini, kementerian terkait tengah mempercepat seluruh persiapan teknis agar program ini bisa segera berjalan pada tahun ajaran baru ini.
Pemerintah, kata dia, sedang mematangkan proses seleksi tenaga pendidik sekaligus memetakan wilayah-wilayah yang dinilai paling siap untuk mengimplementasikan sistem pendidikan baru ini. "Insyaallah tahun ini akan mulai kita bangun di beberapa daerah kabupaten-kota yang sudah siap untuk menyelenggarakan pendidikan ini," kata dia.
Baca Juga: KPK: Raja Juli Semestinya Lapor Dugaan Gratifikasi, Menhut Kembalikan Amplop Sebelum OTT
"Sekarang kami sedang susun kurikulumnya, lalu formasi gurunya, dan kami juga sedang cari format rekrutmennya," lanjutnya.
Mu'ti membeberkan Sekolah Nasional.Terintegrasi ini diklaim untuk menjawab tantangan zaman yang menuntut penguasaan kompetensi tingkat tinggi. "Kita semua meyakini bahwa di era dunia yang semakin terbuka dan dunia yang semakin ketat dengan berbagai macam persaingan itu kuncinya adalah kualitas dan keunggulan, inilah yang harus kita jawab melalui pendidikan," jelas Mu'ti.
Editor : Fitriansyah