SUKABUMIUPDATE.com - Data mengejutkan soal fenomena melepas status WNI (Warga Negara Indonesia) perlu disikapi. Ada apa dengan Indonesia? Benarkah semakin banyak orang meninggalkan negara ini? demi apa?
Melansir suara.com, Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dian Azmawati, mengatakan bahwa data hampir 8.000 WNI yang melepaskan kewarganegaraan Indonesia dalam lima tahun terakhir menjadi sinyal yang perlu dicermati pemerintah.
Menurutnya, fenomena tersebut bukan sekadar perpindahan kewarganegaraan, melainkan berpotensi mengurangi jumlah talenta terbaik Indonesia. Akademisi ini menilai tren tersebut tidak bisa dipandang sebagai perpindahan administrasi semata karena berpotensi memicu brain drain, yakni hilangnya sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang dibutuhkan untuk membangun bangsa.
"Yang berpindah adalah orang-orang yang memiliki kemampuan, pendidikan, dan keahlian yang justru dibutuhkan untuk membangun negara. Jika fenomena ini terus meningkat, tentu menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius," ujarnya.
Dian menjelaskan, migrasi tenaga kerja merupakan hal yang lazim di era globalisasi. Namun, ketika seseorang memutuskan berganti kewarganegaraan, dampaknya jauh lebih besar karena negara berpotensi kehilangan SDM unggulan secara permanen.
Menurutnya, kondisi tersebut dikenal sebagai brain drain, yakni ketika individu berkompetensi tinggi memilih menetap dan berkarya di negara lain sehingga kapasitas SDM negara asal ikut berkurang.
Baca Juga: Zlatko Dalic Resmi Mundur dari Timnas Kroasia usai Tersingkir di Piala Dunia 2026
""Brain drain' jelas berdampak pada negara asal karena yang pergi bukan orang sembarangan.
Mereka adalah individu yang memiliki kompetensi tinggi dan sebenarnya sangat dibutuhkan untuk membangun Indonesia," katanya.
la menilai pemerintah perlu melihat fenomena tersebut sebagai alarm untuk memperbaiki iklim pendidikan, riset, inovasi, hingga kesempatan berkarier agar talenta nasional memiliki alasan kuat untuk tetap berkarya di Indonesia.
Baca Juga: Inggris Waspadai Ketajaman Erling Haaland yang Sudah Cetak Tujuh Gol di Piala Dunia 2026
"Pemerintah perlu menciptakan ekosistem yang mampu memberikan ruang berkembang bagi talenta nasional. Ini adalah persaingan global dalam menarik dan mempertahankan sumber daya manusia berkualitas," ujarnya.
Dengan demikian, isu perpindahan kewarganegaraan tidak lagi sekadar soal jumlah WNI yang berganti paspor, tetapi juga menjadi indikator daya saing Indonesia dalam mempertahankan SDM terbaik di tengah kompetisi global.
Editor : Fitriansyah