SUKABUMIUPDATE.com - Pihak istana negara buka suara, merespon hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) soal merosotnya kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hasil survei tersebut mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah turun menjadi 51,1 persen pada Juli 2026, merosot dibandingkan pada November 2025 yang mencapai 81,2 persen.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah tidak pernah menjadikan hasil survei sebagai target utama dalam bekerja. Presiden Prabowo lanjut dia, mengarahkan seluruh kementerian dan lembaga untuk fokus menjalankan program yang berpihak kepada masyarakat, bukan mengejar tingkat popularitas atau kepuasan publik.
"Sedari awal, selalu kita sampaikan bahwa kita bekerja bukan dalam rangka mencari (hasil) survei," kata Prasetyo kepada wartawan dalam perjalanan menuju Jakarta dari Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026) malam dilansir suara.com.
Baca Juga: KKU Angkot 09 Sukabumi Minta Dishub Jabar Tertibkan Trayek Ciawi-Cicurug: Ancam Mogok Narik
la menilai berbagai program pemerintah saat ini merupakan implementasi dari janji kampanye Presiden Prabowo pada Pilpres 2024, mulai dari penguatan ketahanan pangan, kemandirian energi, industrialisasi hingga hilirisasi. "Kami tidak pernah melihat atau bekerja untuk mengejar sebuah survei," ujarnya.
Prasetyo meyakini masyarakat pada akhirnya akan menilai sendiri hasil kerja pemerintah melalui manfaat yang dirasakan secara langsung, bukan semata-mata dari hasil survei. Kepemimpinan Presiden Prabowo di Kabinet Merah Putih diwarnai oleh intervensi langsung yang tegas, terutama ketika kebijakan para menterinya memicu polemik dan keresahan di masyarakat.
Survei SMRC
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menjelaskan, sebanyak 4,8 persen responden menyatakan sangat puas terhadap kinerja pemerintah, sedangkan 46,3 persen mengaku cukup puas. Survei dilakukan pada 5-19 Juli 2026 terhadap 749 responden yang merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara telepon terhadap 83,8 persen responden dan wawancara tatap muka terhadap 16,2 persen responden, dengan margin of error sekitar 3,7 persen.
Hasil survei tersebut mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah turun menjadi 51,1 persen pada Juli 2026, merosot dibandingkan pada November 2025 yang mencapai 81,2 persen.
Editor : Fitriansyah