SUKABUMIUPDATE.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersyukur karena bersama Presiden Prabowo Subianto pembangunan nasional yang dinilainya berjalan pada jalur yang tepat di bawah kepemimpinannya.
“Bapak, Ibu sekalian, di tengah dinamika global kita patut bersyukur karena pembangunan Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto berjalan pada jalur yang tepat,” ujar Nasaruddin dalam sambutannya.
Hal tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu 1 Agustus 2026.
Menurutnya, Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menjadi salah satu episentrum peradaban dunia pada masa mendatang. Modal tersebut tidak hanya berasal dari sektor ekonomi, tetapi juga didukung oleh kondisi sosial dan politik nasional yang relatif kondusif.
Baca Juga: Jelang Timnas Indonesia vs Vietnam, Thom Haye Berpotensi Jadi Pembeda di Piala AFF 2026
“Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi salah satu episentrum peradaban dunia pada masa mendatang. Selain didukung stabilitas ekonomi, kehidupan sosial dan politik nasional juga lebih kondusif dibandingkan sejumlah kawasan yang masih diliputi konflik,” katanya.
Nasaruddin juga mengingatkan seluruh elemen bangsa agar menjaga Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman, kekayaan budaya, serta kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi ini. Maka itu tidak boleh ada yang mengacak-acaknya,” tegasnya.
Ia menilai pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, maupun ketangguhan politik. Menurutnya, kekuatan doa, akhlak, dan kerukunan antarumat juga menjadi fondasi penting dalam membangun bangsa yang besar.
Baca Juga: Komdigi Tegur YouTube, Gegara Konten Promosikan Vape Libatkan Anak-anak
“Kami meyakini bahwa bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi atau ketangguhan politik, bangsa yang besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antar sesama,” ungkap Nasaruddin.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyampaikan perkembangan positif terkait indeks kerukunan umat beragama di Indonesia.
Ia menyebut indeks kerukunan umat beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi sejak indeks tersebut diukur.
“Capaian ini juga melampaui target RPJMN tahun 2025 sebesar 76,47 dan telah mendekati target akhir tahun 2029 sebesar 78,25,” ujarnya.
Selain indeks kerukunan umat beragama, Nasaruddin menyebut indeks kesalehan umat beragama juga mengalami peningkatan hingga mencapai 84,20 pada 2025.
“Tidak hanya itu, indeks kesalehan umat beragama juga meningkat menjadi 84,20 pada tahun 2025 ini.” kata dia.
Baca Juga: Jangan Tunggu Sakit! Tips Menjaga Imunitas Tubuh di Musim Kemarau
Diikuti Lebih dari 100 Ribu Jemaah
Sementara itu, pelataran Monumen Nasional memutih oleh lautan jemaah yang mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan. Jumlah peserta tercatat lebih dari 100.000 jemaah, melampaui target maksimal yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 100.000 orang.
Mengusung semangat kebersamaan dalam keberagaman, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa sekaligus memperkuat tekad bersama dalam mengisi kemerdekaan.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dari Surat Ar-Rahman ayat 1 hingga 14.
Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilakukan oleh Muhammad Zian Fahrezi, juara 1 MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) International Al-Ameed ke-3 di Karbala, Irak, tahun 2026.
Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara diikuti lebih dari 100.000 jemaah yang memadati pelataran Monas.
Editor : Ikbal Juliansyah