Sukabumi Update

Legislator Sukabumi Dampingi Diplomasi DPR RI dengan Delegasi Bosnia dan Herzegovina

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina yang telah terjalin selama lebih dari tiga dekade. (Sumber: dok tim)

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), drh Slamet, mendampingi pertemuan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI dengan Deputy Speaker of the House of Representatives of Bosnia and Herzegovina, HE Mr Marinko Čavara, bersama delegasi parlemen Bosnia dan Herzegovina di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta,  Kamis, 30 Juli 2026.

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina yang telah terjalin selama lebih dari tiga dekade.

Slamet yang merupakan legislator asal Sukabumi menilai hubungan Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina memiliki fondasi historis yang kuat. Menurutnya, kerja sama yang telah berlangsung 34 tahun itu adalah modal penting untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor strategis.

Baca Juga: Persib Bandung Matangkan Persiapan Hadapi Persija, Igor Tolic: Kami Selalu Bermain untuk Menang

“Kehormatan dapat mendampingi pertemuan BKSAPDPR RI dengan delegasi Parlemen Bosnia dan Herzegovina. Hubungan yang telah terjalin selama 34 tahun ini menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, mulai ekonomi, pendidikan, hingga perdamaian dunia," kata dia.

Keikutsertaan Slamet dalam agenda diplomasi parlemen ini menarik perhatian karena selama ini ia dikenal sebagai salah satu legislator yang vokal memperjuangkan kepentingan petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha berbasis kerakyatan. Kehadirannya dalam forum internasional menunjukkan bahwa isu kesejahteraan masyarakat daerah juga dapat diperkuat melalui jejaring kerja sama antarnegara, termasuk dalam bidang pertanian, pangan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Slamet berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada seremonial semata, tetapi mampu menghasilkan langkah konkret yang bermanfaat bagi kedua negara. “Semoga ikhtiar kecil ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan Indonesia yang semakin berperan aktif di panggung internasional," ujarnya.

Baca Juga: Dalam 4 Bulan: 43 Pelaku Narkoba di Sukabumi Diringkus, Barang Bukti Bernilai Rp 697 Juta

Mengutip siaran pers, Wakil Ketua BKSAP DPR RI Bramantyo Suwondo mengatakan pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan persahabatan sekaligus memperluas kerjasama strategis melalui jalur diplomasi parlemen.

Ia menyampaikan belasungkawa dan solidaritas Indonesia atas peristiwa Srebrenica Genocide yang diperingati setiap 11 Juli. Indonesia memandang Bosnia dan Herzegovina sebagai sahabat yang memiliki kesamaan nilai dalam menjunjung tinggi demokrasi, pluralisme, toleransi, serta penghormatan terhadap keberagaman agama, etnis, dan budaya.

Di tengah meningkatnya tantangan geopolitik global, kedua negara juga memiliki kepentingan bersama untuk terus memperjuangkan multilateralisme, perdamaian, dan keadilan internasional melalui berbagai forum, termasuk Inter-Parliamentary Union (IPU).

Baca Juga: Belasan Tahun Hidup di Zona Merah, Warga Kampung Nangewer Purabaya Masih Menanti Kepastian Relokasi

Pertemuan turut membahas berbagai peluang penguatan kerja sama di bidang politik, pertahanan, perdagangan dan investasi, industri, energi, produk halal, pariwisata, pendidikan, hingga dialog lintas agama dan diplomasi budaya. 

BKSAP DPR RI menilai hubungan antar masyarakat (people-to-people exchanges) menjadi pondasi penting bagi kemitraan jangka panjang, sehingga perlu didukung melalui peningkatan pertukaran pelajar, akademisi, pelaku usaha, dan kemudahan mobilitas antar kedua negara. BKSAP juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi parlemen sebagai jembatan dalam membangun hubungan Indonesia–Bosnia dan Herzegovina yang semakin erat, komprehensif, dan saling menguntungkan. (ADV)

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT