SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan empat korporasi diselidiki terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Prasetyo menyampaikan ini setelah mendampingi Presiden Prabowo Subianto memimpin dua rapat koordinasi penanganan karhutla yang dilaksanakan di Pontianak, Kalimantan Barat, dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
“Dilaporkan ada empat korporasi yang sedang dalam proses penyelidikan di Kalimantan Barat,” kata Prasetyo Hadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu, 22 Agustus 2026, sebagaimana disiarkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Mengutip tempo.co, politikus Partai Gerindra itu berujar, Presiden Prabowo menekankan agar pelaku yang menyebabkan terjadinya kebakaran hutan diproses secara hukum. Penindakan tersebut berlaku terhadap perorangan maupun korporasi.
“Bilamana ditemukan ada tindak-tindak pidana yang memang itu melanggar dan menyebabkan terjadinya kebakaran, itu harus ditindak, baik perorangan maupun korporasi-korporasi, maupun individu-individu atau siapa pun yang memberikan arahan atau perintah untuk melakukan pembakaran atau melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar,” ujar Prasetyo.
Baca Juga: Slamet Soroti 107 Ribu Hektare Karhutla: Bencana Ekologis Tak Bisa Terus Disalahkan pada Kemarau
Prasetyo mengklaim pemerintah tidak akan ragu-ragu menjatuhkan sanksi berupa pencabutan izin perusahaan bagi perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran. Meski begitu, kata dia, pemerintah saat ini masih memprioritaskan pemadaman karhutla, sebelum memasuki tahap pemulihan lahan gambut yang terbakar. "Kita selesaikan dulu apinya," tutur Prasetyo ketika ditanya soal pemulihan lahan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo memimpin langsung rapat penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Dalam rapat itu, Kepala Negara menginstruksikan penguatan operasi di lapangan melalui penambahan personel, helikopter water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca (OMC).
Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya respons yang cepat dan terkoordinasi, dengan fokus utama pada penanganan langsung di titik-titik kebakaran.
Adapun sebagai bagian dari penguatan operasi darat, pemerintah menambah tiga batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan. Menurut Teddy, personel tambahan tersebut mulai didatangkan pada Sabtu hingga Minggu pagi untuk memperkuat jajaran yang telah bekerja menangani karhutla.
Personel di darat, lanjut Teddy, juga akan dimaksimalkan untuk memadamkan titik-titik api. Upaya tersebut diperkuat dari udara dengan penambahan enam helikopter besar water bombing.
Selain operasi pemadaman melalui darat dan udara, pemerintah akan memperbanyak pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Penanganan secara khusus juga diarahkan pada kawasan lahan gambut yang memiliki karakteristik kebakaran berbeda karena titik panas dapat bertahan di bawah permukaan tanah.
Lebih lanjut, selain percepatan pemadaman, Prabowo menyoroti peran pemerintah daerah dalam mencegah kebakaran serupa terus berulang. Ia meminta pemerintah daerah bertindak tegas dalam menjalankan aturan mengenai pencegahan karhutla di wilayah masing-masing.
“Presiden menekankan agar pemerintah daerah tegas dalam menerapkan aturan di wilayahnya, sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang,” kata Teddy.
Sumber: Tempo.co
Editor : Oksa Bachtiar Camsyah